Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Love

Seharusnya Hidup Semudah Itu

copyright unsplash.com/@beccatapert Kalau kangen kan tinggal bilang, ajak ketemuan. Seharusnya hidup sesimpel itu. Bener enggak? Sayangnya, sebagai manusia gengsi seringkali ditinggikan. Jadi saat kangen bukannya bilang kangen eh malah sibuk menebar kode di semua social media. Beruntung jika kode tersampaikan, jika tidak? Yang ada makin nyesek. Seperti halnya saat PDKT Semua orang tentu setuju jika PDKT adalah momen termanis dalam hubungan. Ya, ibaratnya minum es teh, PDKT seperti momen kamu minum es teh yang lupa diaduk. Manis banget. Sehingga lupa, kadang dalam hubungan ada sisi tidak manisnya. Ya, seharusnya PDKT adalah momen yang tidak rumit. Tapi sekali lagi, manusia suka membuat segalanya menjadi rumit. Sekadar menebak, kira-kira pantes enggak sih chat dia saat seperti ini? Kira-kira dia marah enggak ya, ketika aku tanya sedang apa? Cheesy enggak? Murahan enggak? Ugh! *nelan batu bata* Mengapa cinta jadi penuh dengan kehati-hatian? Mengapa jadi rumit. ...

Sebelum Menikah Pastikan Kamu Sanggup Meminta Maaf

Pernikahan/copyright pexels.com Apa tanda kamu sudah siap menikah? Saat kamu sudah sanggup meminta maaf untuk hal yang sepele. Saat kamu sanggup meminta maaf untuk hal yang sebenarnya tidak kamu lakukan. Saat kamu merendahkan egomu lalu meminta maaf. Well, tema pernikahan sepertinya lagi hangat diperbincangkan. Adalah teman saya chatnya muncul di tengah malam. Katanya, sibuk gak? Hmm, firasat tidak enak mungkin firasat diprospek MLM cukup membuat saya merasa tidak nyaman saat harus menerima chat dari teman lama. Ternyata malam itu, teman saya sedang butuh telinga. Ia ingin curhat. Perbincangan yang awalnya lewat chat whatsapp berlanjut ke telpon. Ia menelpon lama sekali, awal saya mendengar suaranya cukup jelas namun lama-lama berubah serak. Ia menangis. Ia menangisi mantannya yang besok kabarnya akan menikah. Hmm, ya kalau sudahjadi mantan kenapa menangis? Usut punya usut, ternyata hubungan mereka belum selesai. Ada masalah yang menggantung. Ya, meskipun saya melihatn...

Jika Kamu Berhak Bahagia, untuk Apa Merutuki Kebahagiaan Mantan?

Semua berhak bahagia, begitu juga dia -  Beberapa waktu lalu saya sempat menghadiri resepsi pernikahan ‘teman’ yang dulu sempat dekat. Anggap saja demikian. Saya mendengar rencana pernikahannya jauh sebelum dia datang mengantarkan undangan secara langsung kepada saya. Sedih? Sedikit. Tapi saya lebih banyak bahagianya. Untuk itulah sejak kabar pernikahannya saya dengar saya bertekat datang di acara tersebut. Tidak ada niatan untuk mangkir, mogok gak mau datang. Meskipun dulu saya pernah menitipkan impian saya padanya. Saya datang ke acara tersebut bersama seorang teman. Sebenarnya saya tidak masalah datang sendiri, toh tempat acaranya tidak jauh. Bisa saya tempuh dengan taxi. Tapi si teman maksa menemani. Dalihnya si enggak tega. Tapi enggak tau juga niatnya apa. Bahkan partner sempat memastikan bahwa saya bisa datang sendiri tanpa perlu baper. Ya, mungkin dia agak enggak rela jika saya datang sendiri, dan akhirnya baper mengingat masa lalu. Pas ditantang disuruh nemen...

Menertawakan Patah Hati

Mari kita tertawa. Menertawakan tentang hal yang pernah kita anggap menyedihkan. Tentang cinta yang tak berestu, tentang rindu yang tak bertuan, atau tentang mimpi yang mengabu. Mari kita tertawa. Menertawakan hal-hal yang pernah membuat kita makan tak enak, tidur tak nyenyak. Tentang kita yang pernah saling mencintai, lalu membiasakan diri menganggap tak saling mengenal. Tentang kita yang berada pada satu linimasa dan tak bertegur sapa. Tentang kita yang berada pada bumi yang sama dan saling mendiamkan. Tentang kita yang saling merapal rindu tapi tak kuasa menyampaikan. Bukan tak ingin; Kita tak pernah sanggup, menentang semesta yang menginginkan kita tiada. Kita tak pernah sanggup, untuk benar-benar baik saja. Aku mencintaimu, pun kamu. Tapi semesta tak pernah menginginkan kita ada. Malang, 20 Februari 2015.

Terapi Patah Hati.

Patah hati bukan harga mati ~~ @_yulesta. Menyembuhkan patah hati mungkin tidak semudah saat kita jatuh hati. Ada yang perlu waktu berhari-hari, atau bahkan mencapai hitungan tahun. Tapi, hidup harus tetap berjalan kan? Jangan terlalu terpaku pada sakit dan pedihnya masa lalu, hidup harus bergerak maju. Untuk mensiasati pasca patah hati ikuti tips berikut. 1.        Menangis. Menangis adalah cara alami untuk melampiaskan rasa kesal, tertekan dan penat. Seseorang yang menangis dapat menurunkan kadar emosi, karena dengan menangis dapat meningkatkan mood seseorang. Air mata yang dikeluarkan saat menangis dapat mengeluarkan hormon stress akibat patah hati yaitu endorphin leucine-enkaphalin . 2.        Menulis. Tulislah semua kejadian yang membuat Anda patah hati. Tentang perasaan sakit dan kehilangan. Menulis dapat menyembuhkan, karena dengan menulis kita dapat mengelurkan emosi kita. Anda juga dapat membuat daftar t...

Jatuh cinta itu (?)

Waktu menulis postingan ini saya baru saja melepas kepergian seorang teman untuk bertemu pacarnya (MELEPAS). Yeah, si teman seorang cewek paruh baya yang sempat menjadi barisan terdepan untuk menolak saya lanjut dengan pacar yang berakhir mantan (stop curhatnya). Iya, setiap minggu sang teman bertemu pacarnya, setelah sekian minggu saya akhirnya bertanya. "Loh, gak dijemput lagi?"  Si teman hanya menggeleng, "Kalau menuruti rewel minta di jemput gak bakalan ketemu. Iya kalau pacaran jaman dulu, nunggu di jemput." Saya hanya manggut, mungkin si teman membatin, nih bocah riwil banget sih. Sudah jomblo jangan banyak protes sama orang yang mau pergi pacaran. Okay, fine *nenggak kolak* Mungkin topik, orang pacaran, jatuh cinta, lagi sayang-sayangan, lagi prepare mau menikah adalah topik sensitif buat saya akhir-akhir ini. Iya, patah hati membuat saya sedikit rapuh jika bersinggungan dengan hal ini.  Balik ke topik... Saya jadi ingat kejadian awal saya pacara...

Break Up.

Fase paling nelangsa dari jatuh cinta adalah patah hati. Putus saat masih cinta-cintanya, berhenti untuk tak peduli disaat sayang-sayangnya. Membiasakan diri untuk tak bertukar kabar, padahal memberi tahu keadaan masing-masing adalah rutinitas. Berubah menjadi asing. Lover to be stranger. Dan dari cerita manis yang sering menghiasi hari-hari, berubah menjadi sepi. Yeah, I am Break Up. Awal putus, betapa sepi hidup ini. Berusaha nampak baik-baik saja malah semakin membuat saya semakin kacau, semakin kehilangan arah. Saat memutuskan untuk berpisah, saya lupa berapa liter air mata yang saya tumpahkan waktu itu. Entah, menangisi apa. Tapi bagi saya, setelah sekian tahun bersama dan akhirnya memutuskan untuk berhenti itu ngilunya luar biasa. Apa yang bisa saya lakukan untuk lupa? Saya melakukan perjalanan ala #Traveloveing berharap ketika saya pulang saya dapat kembali biasa saja. Berharap saya dapat melupakan semua kenangan saat bersamanya. Nyatanya? NOL. Justru saat saya melaku...

Perkara Patah Hati.

Saya sedang menyesapi gelas terakhir kopi saya. Yeah, sebulan ini saya kecanduan minum kopi. Ada saja alasan yang menjadi pembenaran atas kebiasaan baru saya ini. Yang setahu saya tidak terlalu baik untuk kesehatan lambung saya. Sebulan ini dalam sehari saya dapat menghabiskan 2 gelas kopi, belom lagi kalau lagi nyatroni Alfamart maka satu botol Kopiko 78 bakal jadi sajen saya :)) Entah ini pelarian atau saya memang sedang mengejar apa yang saya sendiri tak tahu apa yang tengah saya cari. Saya hanya merasa kosong. Sejak memutuskan untuk berhenti dan deactivate akun @perihujan_ saya kehilangan selera. Segalanya serba apatis. Mungkin ini yang namanya patah hati. Dan saya pun tak tahu siapa yang harus saya minta pertanggungjawabannya atas hati yang begitu tega ia patahkan. Kecewa. Iya, mungkin saya hanya kecewa. Orang selama ini saya percaya untuk saya titipkan sebagian hidup saya begitu tega meninggalkan saya. Membiarkan saya sibuk berasumsi, mencari pembenaran meski pada akhirnya k...

Tentang (Rahasia)

Jadi kemarin sepulang kerja saya menghabiskan waktu ngobrol dengan teman lama saya via telpon. Teman yang sudah hampir dua tahun ini tidak pernah saya temui. Teman saya sedang galau, jadilah saya malam itu kebagian jadi tempat sampahnya. Teman saya ini, sebut saja Aira tidak pernah yang namanya ribet dengan kehidupannya. Hidupnya lurus-lurus saja, dan ia selalu terlihat bahagia. Dan saya baru menyadari ternyata dibalik senyum bahagianya dia menyimpan satu beban. Dan lagi-lagi tak jauh dari kata cinta. Jadi Aira ini sudah pacaran lagi dengan seorang cowok setelah hubungannya yang dengan calon dokter itu kandas di tengah jalan. Ia tak cerita banyak tentang perihal gagalnya hubungan dia dengan si calon dokter itu yang setahu saya mereka sangat terlihat normal dan baik-baik saja. Aira, galau bukan karena gagal tapi bagaimana ia harus berterus terang tentang hubungannya dengan pacar barunya itu. Berterus terang kepada Ibu dan juga sahabatnya. Saya sedikit kaget saat ia bercer...

Sepasang sayap

Siang tadi sewaktu istirahat, saya mendapat telepon dari sahabat SMP. Dia bercerita, telah menikah dua bulan yang lalu dan meminta maaf karena tidak bisa mengabari. Saya heboh sendiri, kebahagiannya tiba-tiba menular begitu cepat kepada saya. Dan yang paling mengejutkan adalah, pria beruntung yang menikahinya adalah juga teman saya sewaktu SMP dulu. Teman satu bimbingan belajar. Tidak bisa saya bayangkan, bagaimana mungkin mereka bisa memutuskan untuk menikah, mengingat mereka dulu sudah seperti tokoh tikus dan kucing di film kartun Tom dan Jerry, tak pernah akur. Setelah ngobrol ngalor-ngidul, akhirnya saya bertanya padanya. Pertanyaan sama yang selalu saya berikan kepada teman-teman saya yang telah memutuskan untuk menikah, “Bagaimana kamu yakin, bahwa dia adalah yang terbaik untukmu? Dan kamu memutuskan untuk bisa mencintainya setiap hari?“ Sedikit bergumam, seakan lama untuk berkata, akhirnya ia menjawab: “Aku yakin, karena aku percaya bahwa aku mampu ...

Demikianlah Cinta

  “ Karena cinta semaunya menghampiri, tanpa perlu bertanya maukah kita dijatuhinya “ Akhir-akhir ini saya sering merenung tentang lima huruf ini. Ya, ternyata begitu hebat kekuatan dari cinta ini. Cinta bisa membuat kita yang lemah menjadi kuat sekaligus rapuh. Masih teringat pembicaraan absurd dengan teman beberapa hari yang lalu, tentang cinta. Katanya dia cukup puas dengan hanya melihat orang yang dicintainya bahagia, melihatnya tersenyum meski senyum itu bukan untuknya. Ya, teman saya ini cukup bahagia dengan rasa sepihaknya itu. Mungkin yang ia cintai adalah momen saat bersama orang yang Ia cintai itu, dan meski hanya sepihak.  Jatuh cinta, ya namanya juga jatuh pastinya menyakitkan. Tapi ketika ada orang lain mengatakan bahwa cinta pada akhirnya adalah air mata maka dengan lantang saya menolaknya. Ya, terlihat berlebihan memang. Bagi saya cinta mempunyai pilihan, dan salah satu pilihanya adalah bahagia. Jika kita   masih diberi kesempatan untuk memi...

Coklat dan Kamu

Gambar diambil dari google.com Apa hubungannya kamu dan coklat? Karena difinisi tentang kamu adalah coklat. Seperti coklat, kamu adalah pemilik rasa yang komplit dalam hidupku. Pahit dan manis. Itulah alasan kenapa aku memilih coklat saat aku bahagia maupun bersedih, seperti aku memilihmu saat ini. Kamu seperti coklat, menenangkanku ketika aku rapuh. Kamu seperti coklat, memberi rasa pahit ketika aku merindu. Kamu seperti coklat, CANDU!! Di sudut Kamar =)