Selasa, 17 November 2015

Kepada Rindu Yang Tidak Bisa Diam

Kepada kamu
Selalu ada waktu untuk mengenangmu tanpa ada gangguan.
Tanpa nyinyir, mengapa masih ada rindu meski lama kita berpisah.
Tanpa ada tapi, dan mengapa.
Sesederhana aku merindukanmu.
Iya, aku merindukan kamu yang selalu membuat aku menunggu.
Membuat aku gemar menghitung hari, meski seringkali aku kecewa.
Rinduku tak berakhir sua.
Iya, aku merindukanmu yang seringkali membuatku menangis.
Yang diakhir kita bertemu, aku mengutukmu sebagai lelaki tak berperasaan.
Membiarkan aku pergi, tanpa memintaku untuk bertahan.
Aku merindukanmu.
Merindukanmu
Merindukan kita.
Malang, 17 November 2015.

Senin, 16 November 2015

Semua Orang Akan Berubah

Kamu berubah.
Masak sih?
Iya...
Itu adalah penggalan obrolan saya dengan seorang teman lama, jika memang bisa dibilang seperti itu. Kami sudah mengenal sejak lama, saya sempat menyimpan rasa padanya. Karena sadar diri, waktu itu saya memilih mundur.

Dulu dia mengenal saya sebagai seorang yang pendiam, kutu buku, jauh dari kata gaul, dan tomboy. Mungkin sederet alasan itu yang membuatnya sulit untuk mengetahui dan membaca perasaan saya. Dan entah sekarang saya bersyukur dia tidak pernah menyadari itu. Akhirnya, saya hanya menjadi teman baiknya, teman diskusinya, tentang cinta dan citanya.

Saya? Tetap sebagai si cewek kurang gaul, karena yang ia tahu teman saya ya itu-itu saja. Sama sekali tidak populer. Jauh dari kriteria cewek yang pantas untuk diajak  sebagai pendamping wisuda. Hehehe, bukankah pencapaian pacaran jaman kuliah sampai itu saja? *kemudian dirajam*

Sampai kemarin kita reuni kecil-kecilan, saat dia dinas ke kota ini. Dia melihat saya yang sekarang, dia berkata saya berubah. Meski saya sama sekali tidak pernah tahu apa yang berubah dari saya. Saya masih suka tertawa ngakak di depannya, makan banyak tanpa malu, tetap memanggilnya dengan sebutan 'Dudul' seperti dulu, masih terlihat jauh dari kata gaul menurut seleranya. Tetapi tetap mengatakan bahwa saya berubah.

Mungkin benar saya berubah, tak lagi menganggapnya istimewa. Saya tak merasa berdebar-debar saat melihat dia tersenyum, pun tak begitu terpesona dengan kacamata frameless nya. Perasaan saya padanya berubah.

Ternyata benar jarak dan waktu dapat merubah seseorang, pun dengan hati.

Malang, 16 November 2015.