Senin, 04 Desember 2017

Sebelum Menikah Pastikan Kamu Sanggup Meminta Maaf

Pernikahan/copyright pexels.com

Apa tanda kamu sudah siap menikah? Saat kamu sudah sanggup meminta maaf untuk hal yang sepele. Saat kamu sanggup meminta maaf untuk hal yang sebenarnya tidak kamu lakukan. Saat kamu merendahkan egomu lalu meminta maaf.

Well, tema pernikahan sepertinya lagi hangat diperbincangkan. Adalah teman saya chatnya muncul di tengah malam. Katanya, sibuk gak? Hmm, firasat tidak enak mungkin firasat diprospek MLM cukup membuat saya merasa tidak nyaman saat harus menerima chat dari teman lama. Ternyata malam itu, teman saya sedang butuh telinga. Ia ingin curhat.

Perbincangan yang awalnya lewat chat whatsapp berlanjut ke telpon. Ia menelpon lama sekali, awal saya mendengar suaranya cukup jelas namun lama-lama berubah serak. Ia menangis. Ia menangisi mantannya yang besok kabarnya akan menikah. Hmm, ya kalau sudahjadi mantan kenapa menangis?
Usut punya usut, ternyata hubungan mereka belum selesai. Ada masalah yang menggantung. Ya, meskipun saya melihatnya ini hanya perkara beda keyakinan aja. Si mantan teman udah yakin selesai sedangkan si teman yakin semuanya belum selesai. Yak, kelar mumetnya. Namun dari kasus ini saya melihat segalanya dengan cara yang berbeda.

Moral storynya apa? Well, sebelum menikah minta maaflah kepada mantan dan mantan gebetan. Dengan syarat mantan dan mantan gebetan tersebut belum menikah, kalau udah. Ya udahlah buat apa sih. Dia juga sudah punta kehidupan sendiri. Lah kalau emang masih jomblo enggak? Ya setidaknya kalau masih jomblo kemungkinan ada rasa gak rela mantan menikah itu masih ada loh. Maka minta maaf menjadi hal yang penting.

Kamu tidak tahukan, bisa jadi selama ini ada hati yang diam-diam kamu sakiti. Cielah, bahasanya. Minta maaflah dengan tulus. Jangan sekadar minta maaf aja. Wew, kalau sekadar maaf semua bisa. rendahkan ego kamu. Meskipun minta maaf enggak akan menyembuhkan luka, setidaknya maaf akan meringankan langkah kamu. Ibaratnya gini. Kamu udah bikin sakit dan nangis orang lain, kamu udah ngaku salah dan minta maaf. Setidaknya tanggungjawab kamu sudah selesai.

Jangan membuat rumit hal yang sebenarnya sepele. Kadang orang yang sudah kamu bikin sakit hati itu hanya butuh kamu sedikit menurunkan ego dan meminta maaf. Iya sekadar bilang.
Maaf ya, aku selama ini sudah bikin kamu sakit.

Iya gitu aja.