Langsung ke konten utama

Sebelum Menikah Pastikan Kamu Sanggup Meminta Maaf

Pernikahan/copyright pexels.com

Apa tanda kamu sudah siap menikah? Saat kamu sudah sanggup meminta maaf untuk hal yang sepele. Saat kamu sanggup meminta maaf untuk hal yang sebenarnya tidak kamu lakukan. Saat kamu merendahkan egomu lalu meminta maaf.

Well, tema pernikahan sepertinya lagi hangat diperbincangkan. Adalah teman saya chatnya muncul di tengah malam. Katanya, sibuk gak? Hmm, firasat tidak enak mungkin firasat diprospek MLM cukup membuat saya merasa tidak nyaman saat harus menerima chat dari teman lama. Ternyata malam itu, teman saya sedang butuh telinga. Ia ingin curhat.

Perbincangan yang awalnya lewat chat whatsapp berlanjut ke telpon. Ia menelpon lama sekali, awal saya mendengar suaranya cukup jelas namun lama-lama berubah serak. Ia menangis. Ia menangisi mantannya yang besok kabarnya akan menikah. Hmm, ya kalau sudahjadi mantan kenapa menangis?
Usut punya usut, ternyata hubungan mereka belum selesai. Ada masalah yang menggantung. Ya, meskipun saya melihatnya ini hanya perkara beda keyakinan aja. Si mantan teman udah yakin selesai sedangkan si teman yakin semuanya belum selesai. Yak, kelar mumetnya. Namun dari kasus ini saya melihat segalanya dengan cara yang berbeda.

Moral storynya apa? Well, sebelum menikah minta maaflah kepada mantan dan mantan gebetan. Dengan syarat mantan dan mantan gebetan tersebut belum menikah, kalau udah. Ya udahlah buat apa sih. Dia juga sudah punta kehidupan sendiri. Lah kalau emang masih jomblo enggak? Ya setidaknya kalau masih jomblo kemungkinan ada rasa gak rela mantan menikah itu masih ada loh. Maka minta maaf menjadi hal yang penting.

Kamu tidak tahukan, bisa jadi selama ini ada hati yang diam-diam kamu sakiti. Cielah, bahasanya. Minta maaflah dengan tulus. Jangan sekadar minta maaf aja. Wew, kalau sekadar maaf semua bisa. rendahkan ego kamu. Meskipun minta maaf enggak akan menyembuhkan luka, setidaknya maaf akan meringankan langkah kamu. Ibaratnya gini. Kamu udah bikin sakit dan nangis orang lain, kamu udah ngaku salah dan minta maaf. Setidaknya tanggungjawab kamu sudah selesai.

Jangan membuat rumit hal yang sebenarnya sepele. Kadang orang yang sudah kamu bikin sakit hati itu hanya butuh kamu sedikit menurunkan ego dan meminta maaf. Iya sekadar bilang.
Maaf ya, aku selama ini sudah bikin kamu sakit.

Iya gitu aja.

Komentar

  1. ..ini perasaan semacam rangkuman tweetmu entah kapan, kalau tak salah

    Tapi ya memang, mengikhlaskan sesuatu itu bukanlah hal yg sederhana. Rada rumit memang..

    BalasHapus
  2. Aku kok ya ngerasa relateable ya. Hm...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

#TantanganMenulis no. 2; Serenade.

A piece of music sung or played in the open air, typically by a man at night under the window of his lover. Kalau ditanya apakah dinyanyikan sebuah lagu membuatku jatuh cinta? jawabnya adalah tidak, malu iya. Entah malunya kenapa. Saya adalah sepersekian persen cewek yang sedikit risih kalau ada yang bersikap romantis di depan saya, entah itu pasangan atau hanya gebetan. Tapi ada satu orang dulu yang nekat menyanyikan sebuah lagu untuk saya, lengkap dengan genjrengan gitarnya. Di tengah malam saat saya sudah mulai mengantuk, dia adalah W, sebut saja begitu. Waktu itu masih ingat saya masih unyu-unyunya, memasuki semester tiga, jadi enggak salah kan kalau saya bilang masih unyu? *okay abaikan* Jadi W ini, adalah cowok yang ceritanya lagi PDKT dan dia termasuk cowok yang paling pantang menyerah. Entah ada angin apa W, tiba-tiba menelpon tengah malam saat kita lagi asyik SMS an enggak jelas. Iya, enggak jelas dia adalah cowok yang paling sabar ngeladeni obrolan absurd saya. Dia SMS.

Coklat dan Kamu

Gambar diambil dari google.com Apa hubungannya kamu dan coklat? Karena difinisi tentang kamu adalah coklat. Seperti coklat, kamu adalah pemilik rasa yang komplit dalam hidupku. Pahit dan manis. Itulah alasan kenapa aku memilih coklat saat aku bahagia maupun bersedih, seperti aku memilihmu saat ini. Kamu seperti coklat, menenangkanku ketika aku rapuh. Kamu seperti coklat, memberi rasa pahit ketika aku merindu. Kamu seperti coklat, CANDU!! Di sudut Kamar =)

Terima Kasih Twitter, Kamu Membuat Saya Tetap Waras

copyright pexels Jika ada ajang award untuk pemilihan sosial media paling baik, maka saya akan memilih twitter. Mengapa demikian? Platform dengan logo burung ini memang favorite saya sejak tahun 2009. Tempat saya nyampah, tentu saja selain di blog ini. Twitter selalu menyenangkan bagi saya. Ketika banyak orang berpindah ke Path saya tetap bertahan di sini. Ketika semua orang sibuk memperbaiki feed instagram, saya masih setia dengan si 'burung' ini. Iya, karena twitter membantu saya tetap waras. Bahkan, ketika tahun 2013 saat saya memutuskan untuk deactivated akun perihujan_ pun hanya bertahan beberapa bulan saja. Saya kembali membuat akun baru dan beruntung perihujan_ kembali menjadi milik saya kembali. Hahaha. Twitter membuat saya tetap waras. Ketika banyak orang menganggap remeh orang-orang yang memilih curhat di sosial media. Katanya; "kurang perhatian ya?" Tidak selamanya twit super galau dan mengenaskan yang saya tulis adalah isi hati saya. B