Selasa, 30 Januari 2018

Virgo dan Hujan di Bulan Januari

copyright pexels.com
Dia adalah Virgo. Wanita dengan senyum yang selalu ia sembunyikan di balik masker.Ia membenci kamera, tidak seperti kebanyakan orang yang begitu memuja kamera. Ia suka bercerita, mungkin untuk membuang gugup atau membentengi agar tidak jatuh cinta kepada seseorang yang tidak tepat. Mungkin itu caranya untuk bertahan.

Januari bertanya tentang bagaimana perasaan Virgo siang itu, saat Januari sedang mengikuti meeting di kantor pusat yang kebetulan kota yang sama tempat Virgo tinggal beberapa bulan ini.

"Kita bagaimana?"

Virgo tidak menjawab. Ia memilih menghilang, membiarkan telpon dari Januari berhenti tanpa jawaban. Puluhan pesan ia biarkan menggantung tanpa balas. Bukan Virgo tidak mencintai laki-laki itu. Ia hanya merasa Januari tidak pernah mencintainya dengan tulus. Virgo merasa ada yang berbeda dengan Januari. Ia tak lagi sama dengan yang Virgo kenal beberapa tahun lalu. Virgo hanya takut kecewa, kepada Januari yang kerap datang kala ia merasa kesepian.

Maka itu adalah januari terakhir bagi Januari dan Virgo. Tidak ada lagi sapa hangat saat Januari merasa lelah. Virgo tahu ada wanita lain yang menemani kecanggungan Januari. Ia tahu ia tak lagi menjadi tempat Januari pulang. Tapi, Virgo masih menunggu pernyataan dari Januari.

Virgo tidak pernah bertanya kepada Januari, ia juga tidak pernah berniat mencari tahu tapi semesta selalu memiliki cara untuk menyampaikan pesan kepadannya. Ia menemukan nama perempuan itu berserakan di riuh timeline-nya. Wanita itu bernama Adilla.

Virgo semakin tenggelam dalam rutinitas karena itulah cara terbaiknya untuk melupakan. Ia membunuh sunyi dengan pergi jauh. Tapi ia masih setia menunggu Januari mengatakan perpisahan. Virgo masih mengharap Januari kembali datang sekadar mengetuk pintu.

Last Call.

Virgo membenci Bandara, tempat ia mengejar Januari. Virgo membenci Bandara tempatnya ia sadar meskipun berkali-kali Januari mengetuk pintu hatinya, Januari tidak pernah mencintainya. Virgo membenci Bandara, karena ia hanya tempat mengeluh Januari tapi bukan tempat Januari tinggal.

Last Call. Virgo menyeret kopernya.

Virgo masih menunggu Januari mengucap maaf. Untuk terakhir kalinya Virgo melihat ke arah luar, ia hanya melihat bayangan dirinya berlari sambil mengangkat Ketoprak dalam bungkus tas hitam. Miris.

Air mata Virgo luruh, dia tidak akan pernah menjadi prioritas untuk Januari.

Malang, 30 Januari 2018.