Sabtu, 19 November 2016

[Review]: Emina Sugar Rush Lip Scrub

Kebiasaan memakai lipstik membuat bibir saya hitam, iya ini alasan saja padahal memang warnanya sudah hitam, hehehe. Meskipun saya bersihkan dengan pembersih, terkadang bekas lipstik masih menempel. Bikin kesel sih, karena bibir jadi kering dan pecah-pecah. Apalagi kalau harus memakai lipstik matte, duh bikin hasil pulasan lipstik jadi tidak merata. Yang niatnya biar terlihat okey setelah memakai lipstik, eh malah semakin berantakan.

Nah, tugas di kantor membuat saya berkenalan dengan salah satu marketplace Sociolla. Karena menjadi bagian dari tugas kantor maka produk reviewnya, sering saya baca. Hehe, maka berkenalan lah saya dengan salah satu produk Emina yang sering direview di sana itu, yaitu Emina Lip Scrub Sugar Rush. Maka isenglah saya membeli salah satu produk Emina ini.

Tentang  Emina  Sugar Rush Lip Scrub

Kemasannya mungil. Berat nettonya hanya 4,2 gram. Warna pink pada kemasannya eye catching dan manis banget. Kemasannya yang mungil cocok untuk dibawa ke mana saja. Kamu tidak perlu khawatir, Sugar Rush ini memenuhi kotak makeup kamu.  Aromanya wangi vanila dan manis, tidak ada aroma chemical jadi saya merasa nyamansewaktu memakainya. Sesuai namanya Sugar Rush, lip scrub ini rasanya manis membuat saya ingin memakannya setiap kali saya mengoleskan di bibir. Hehehe.

Kemasan Emina  Sugar Rush Lip Scrub | pic: Ayu


Tekstur dan Aroma Emina  Sugar Rush Lip Scrub | pic: Ayu

Saya memakai Sugar Rush ini sebelum tidur. Cukup oleskan pada bibir biarkan selama beberapa menit. Gosok perlahan, dan basuh dengan air dingin. Bibir akan terasa lebih lembut dan bekas lipstik pun hilang. Saya baru 3 kali memakainya dan hasilnya sudah terasa sejak pertama kali pemakaiannya. Untuk itulah saya jatuh cinta dengan Sugar Rush ini.

Hal yang Tidak Disuka?

Tidak ada yang tidak saya sukai dari produk ini. Dengan harga yang murah, hanya 34k dan memiliki manfaat yang luar biasa rasanya worth it banget untuk dimiliki. Satu hal yang mengganggu saya dari produk ini, tidak adanya spatula dari Sugar Rush.  Membuat saya harus berhati-hati ketika mengoleskan Sugar Rush di bibir. Next, mungkin menjadi masukan untuk Emina agar menambahkan spatula pada produk Sugar Rush.

Nah, demikian review singkat saya tentang Emina  Sugar Rush Lip Scrub. Tertarik untuk mencoba?

Rabu, 16 November 2016

Menjadi Beauty Vlogger Dadakan

Bekerja di media membuat saya belajar banyak hal, termasuk menjadi artis dadakan untuk mengisi konten video. Sudah 2 kali wajah saya muncul di chanel youtube vemale. Pertama video DIY membuat amplop lebaran dan kedua adalah video campaign #MyBodyMyPride. Di kedua video itu tidak ada satu pun yang mewajibkan saya bicara, saya cukup senyum-senyum depan kamera, dan semuanya beres. Tapi berbeda dengan konten video kali ini, selain bergaya dan senyum-senyum manis, saya juga harus bicara. Ok, karena kali ini saya harus mereview lipstik. OK LIPSTIK. Jeder! 

Sebenarnya tidak masalah saya harus sok manis di depan kamera. Tapi ini saya harus memakai lipstik dan mereviewnya? Oh. Ok, saya memang cewek tapi kalau urusan makeup angkat tangan. Pakai bedak pun sudah syukur. Meskipun sekarang  sudah mau pakai skincare meskipun sekadar pembersih wajah dan pelembap. Anggap saja itu satu kemajuan. Dan sekarang saya harus mereview lipstik,dan bergaya di depan kamera. Cuap-cuap istilah lipstik, duh rasanya mau nangis.

Singkat cerita setelah membuat Wenny berurai air mata karena saya todong untuk memulaskan eyeliner, dan merajuk minta didandanin Winda akhirnya wajah saya sedikit okey untuk nampang di depan kamera. Shoot untuk review lipstik pun dimulai. Take pertama lancar, setelah dibuat heboh dengan harus swatch-hapus-swatch lipstik sampai bibir rasanya kebas keseringan diolesi remover jahanam.

Pengambilan video untuk swatch lipstik ke bibir kelar. Saatnya shoot untuk closing, jeng-jeng. Saya harus ngomong beberapa kalimat untuk review liptik. Kali ini saya harus menjelaskan aplikator, aroma dan harga dari lipstik yang saya review. Saking gugupnya saya harus beberapa kali take. Duh padahal Winda dan wenny lancar-lancar saja ngomong tanpa teks. Saya sedih. Akhirnya setelah beberapa kali take, pengambilan video kelar. Yeay!

Sungguh pengalaman yang menyenangkan. Akhirnya saya dapat merasakan bagaimana menjadi Beauty Vlogger itu. Saya kira seru-seru saja memakai lipstik terus cuap-cuap, dan ternyata duh Gusti capek banget.Padahal  tadi saya hanya mencoba 8 warna saja, bibir rasanya sudah kebas. Bagaimana yang harus nyobain 20 warna lipstik?! *oles-oles bibir* Belum lagi Beauty Vlogger harus ngedit video sendiri, saya sih tinggal action terus cuap-cuap beres. AHAHAHAHA.

Berkat jadi Beauty Vlogger dadakan saya jadi tau apa itu istilah dead mate, aplikator, swatch, dan banyak hal yang berurusan dengan makeup. Dan saya jadi mikir, sepertinya sebagian dana jajan buku saya harus disisihkan untuk membeli beberapa makeup. Yha, kan selalu ada alasan untuk belanja. Dan cantik itu penuh perjuangan, Ladies! Duh, angkat topi sama mbak-mbak yang bisa tampil cantik dengan makeup lengkap gitu.

Nih, beberapa foto behind the scene-nya.

Apapun yang dibilang Kak Wil dan Mas Erik saya tetep moles lipstik | pic by: Wenny
1..2...3 \o/ | pic by: Wenny


Ndusel ke Kak Wil biar gak dimarahi kalau salah terus | pic by: Wenny

We are The Next Beauty Vlogger | pic by: Erik




Bagaimana seru kan? Iyain aja ya, biar cepet! Nantikan videonya di chanel youtube vemale ya! \o/