Langsung ke konten utama

Postingan

Hal yang Hanya Kamu Rasakan Saat Memiliki Pasangan Gemini

copyright: elle.com Heio, sudah lama tidak menulis di Blog. Okay, jika kamu gak suka dengan cerita tentang zodiak dan lain sebagainya lebih baik skip postingan ini. Blog post ini aku buat suka-suka, jadi kalau suka dengan judulnya monggo dibaca kalau tidak silakan tutup postingan ini daripada patah hati  Ok, here we go! Siapa sih yang gak kenal dengan zodiak Gemini? Zodiak yang dilambangkan dengan anak kembar ini memang unik. Banyak yang bilang pesona Gemini memang luar biasa, maka enggak heran jika pemilik zodiak ini banyak memiliki pacar #eh. Well, berikut ini adalah review suka-suka tentang apa yang bakal kamu rasakan saat memiliki pasangan Gemini. Dikelilingi Api Cemburu Seperti yang aku sampaikan sebelumnya, Gemini itu memiliki pesona yang luar biasa. Maka enggak heran jika dia memiliki banyak penggemar. Meskipun wajah bukan prioritas utama pesona mereka, ketenaran mereka tetap bikin spot jantung. Apalagi dengan penggemarnya yang ehm, mungkin posesif, bakal kelar...

Karena Bersih Tidak Harus dengan Sabun, Maka Saya Memilih Cetaphil (Review)

Udara dingin bukan berarti bebas dari kulit kering. Saya memiliki kulit wajah kombinasi, yang setiap musim dingin sering bermasalah dengan kulit kering. Rutin membersihkan wajah tidak menjamin bebas masalah kulit seperti komedo dan kulit kering. Ibaratnya rajin membersihkan wajah dengan harapan kulit menjadi bersih, eh yang terjadi kulit menjadi lebih kering. Benar-benar dilematis. Apalagi untuk saya yang lumayan pemilih soal produk skincare. Setiap pagi dan sebelum tidur saya rutin mencuci wajah dengan sabun muka, memang kulit menjadi bersih masalahnya kulit wajah menjadi kaku. Setelah sibuk googling, penyebab kulit wajah menjadi kaku selesai mencuci wajah dengan sabun muka karena kandungan sabunnya. Setelah beberapa kali mencoba pembersih wajah dan sabun muka, akhirnya saya bertemu dengan Cetaphil Gentle Skin Cleanser. Mengapa Cetaphil? Cetaphil Gentle Skin Cleanser | Photo By; @perihujan_ Pertama kali melihat kemasan Cetaphil sedikit kurang yakin, apa benar ini ...

Membiasakan Diri

Perkara rindu memang tidak mudah. Hal yang menyenangkan dari rindu bukanlah saat merindukan seseorang, atau saat dirindukan seseorang. Rindu yang paling menyenangkan adalah saat kamu merindukan seseorang, dia pun merindukanmu. Iya rindu caption, hehehe. Setelah menulis postingan yang ini , saya memutuskan untuk tidak lagi menyimpan semua no handphone dan dengan sengaja uninstall satu platform social media yang biasa kami gunakan. Entah, saya merasa lebih baik saat tidak memiliki akses untuk menghubunginya. Sebut saya sedang patah hati. Saya hanya sedang membiasakan diri tanpanya, tidak tergantung lebih tepatnya. Saya sedang membiasakan diri untuk bahagia tanpa melibatkannya. Apakah saya benar-benar mampu? Berat adalah yang saat ini saya rasakan. Saya tahu, dia sedang berusaha untuk itu. Dia sedang mencoba untuk bahagia tanpa saya. Apakah saya berharap dia kembali melirik saya? Mencoba mendekati saya lagi? Tidak. Saya tidak ingin mengemis perhatiannya. Saya tidak ingin dia m...

Cerita Lain BE KRAF Inspiring Founders

Narasumber super kece on stage | Inspiring Founders - BE KRAF Berawal dari hobi ngerumpi dengan Wenny dan beredar di twitter, akhirnya sabtu tanggal 2 April 2016, saya bersama Wenny dan Endah terdampar di salah satu acara BE KRAF (Badan Ekonomi Kreatif Indonesia). Mengikuti acara Inspiring Founders yang disponsori oleh BE KRAF yang bertempat di Hotel harris. Banyak acara seru yang digelar BE KRAF berhubung waktunya bersamaan, akhirnya kami memilih Inspiring Founders untuk mengisi malam minggu yang syahdu kali ini. Sebagai salah satu rangkaian Ulang Tahun #Malang102 Inspiring Founders mengundang 3 narasumber yang istimewa. Ada Hadi wenas CEO – mataharimall.com , Natali Ardianto CTO – tiket.com , dan Irzan Raditya CEO – yessbossnow.com ketiga narasumber sharing ilmu mulai pukul 14.00 – 17.00 wib. Meskipun acara molor dari jadwal yang ditentukam yaitu sekitar 30 menit lebih, secara keseluruhan acara ini menarik. Diskusi antara peserta dan narasumber pun berlangsung menyena...

Senyum Terakhir Aira

Aku merapikan ujung kebaya putih itu. Mengusapnya pelan, aku tersenyum. Hampir tiga bulan aku menyiapkan acara ini. Mendesign kebaya putih ini sendiri, memastikan bahannya sesuai dengan yang aku inginkan. Pesta dengan konsep warna putih. “Ra, bagus ya?” Ucap Talita, yang sejak tadi berdiri di sampingku, mengamatiku. “Iya, sesuai dengan desain yang aku minta. Eh, kamu inginkan.” Kataku, tersenyum. Aku mengambil sepatu dengan manik mutiara, menaruhnya di sisi tempat tidur. Seperti kebaya dan semua yang menjadi printilan dalam perayaan hari ini, kamar ini pun didesaign warna putih. Wangi melati menyeruak di hidungku. Wangi yang aku sukai, pun dengannya. Talita, menarik lenganku. Membimbingku agar aku duduk di sampingnya. “Ra, terima kasih ya.” Aku mengangguk. Mengusap punggung tangannya. “Berbahagialah.” Berbahagialah, agar aku rela melepasnya. Agar aku benar-benar merasa baik-baik saja. Talita memelukku. Aku mengusap punggungnya. “Maafkan aku, Ra.” Aku menga...

Ketika Batas itu Sampai Pada Titik

Sekuat apa pun seseorang berjuang, pada akhirnya ia pun memiliki batasnya. Jenuh, lelah dan merasa sia-sia. Mungkin itu yang dia rasakan kepada saya. Merasa cukup dan sia-sia. Mungkin, kamu pernah merasakan ingin dekat dengan seseorang tetapi untuk sekedar menyentuh sedikit hatinya saja tidak mampu. Beberapa orang terdekat saya, selalu mengatakan bahwa saya terlalu angkuh dan keras kepala, untuk sekedar mengakui bahwa saya pun membutuhkan dia. Mereka selalu menyebut hitungan tahun, Berapa dia bersabar dengan saya. Sejak saya patah hati dengan kegagalan saya dengan seseorang di akhir studi saya, hingga kegagalan paling drama dalam episode percintaan saya dengan mantan kemarin sore. Dia selalu ada di barisan paling depan untuk memberi semangat pada saya. Saat saya jatuh, maupun terbang karena cinta. Dia selalu ada. Meskipun dia bukanlah seseorang yang selalu menjadi tempat curhat saya. Hingga kemarin saya bertemu dengannya, tidak sendiri tetapi dengan seorang wanita. Sejatin...

Apa yang Harus Kamu Lakukan Selama 24 Jam di Jogja?

Seminggu yang lalu tanggal 27 Februari 2016, saya bersama salah satu teman saya Wenny melakukan tantangan 24 jam di Jogja. Sebenarnya kami tidak berdua, karena salah satu teman kami ketinggalan kereta maka tantangan #Jogja24Jam pun kami lakukan hanya berdua saja. Kami ke Jogja berbekal tiket promo dari Promo Imlek KAI Februari lalu. Rangkaian Malioboro Expres membawa kami dari Stasiun Kota Malang pukul 20.15 hari sabtu. Rangkaian kereta kami cukup lengang, mungkin peak season sudah lewat ya? Dan kami pun memilih liburan setelah liburan panjang. Jadi sepanjang perjalanan seperti menyewa kereta  Pukul 04.20 kami sampai di Stasiun Tugu, rencananya kami berniat ke Tugu buat foto-foto tapi urung kami lakukan. Kami pun menuju ke penginapan, buat numpang mandi dan istirahat sebentar. Mandi sudah, isi baterai handphone pun sudah. Oia, kami menginap di daerah Dagen meski agak kecewa dengan kamar yang kami pesan, tapi lumayan untuk membuat kami tidak terlalu terlihat kumal. Berikut it...