Langsung ke konten utama

Hal yang Hanya Kamu Rasakan Saat Memiliki Pasangan Gemini

copyright: elle.com


Heio, sudah lama tidak menulis di Blog. Okay, jika kamu gak suka dengan cerita tentang zodiak dan lain sebagainya lebih baik skip postingan ini. Blog post ini aku buat suka-suka, jadi kalau suka dengan judulnya monggo dibaca kalau tidak silakan tutup postingan ini daripada patah hati 

Ok, here we go!

Siapa sih yang gak kenal dengan zodiak Gemini? Zodiak yang dilambangkan dengan anak kembar ini memang unik. Banyak yang bilang pesona Gemini memang luar biasa, maka enggak heran jika pemilik zodiak ini banyak memiliki pacar #eh. Well, berikut ini adalah review suka-suka tentang apa yang bakal kamu rasakan saat memiliki pasangan Gemini.

Dikelilingi Api Cemburu

Seperti yang aku sampaikan sebelumnya, Gemini itu memiliki pesona yang luar biasa. Maka enggak heran jika dia memiliki banyak penggemar. Meskipun wajah bukan prioritas utama pesona mereka, ketenaran mereka tetap bikin spot jantung. Apalagi dengan penggemarnya yang ehm, mungkin posesif, bakal kelar hidup kamu memiliki pasangan Gemini. Jika enggak pinter menahan diri, dan mengatur cemburu bisa sakit hati terus. Sialnya Gemini ini tipe orang yang ogah kehilangan penggemar. So, mereka akan sangat menikmati perhatian penggemarnya. Meladeni fans bangetlah. Maka, siap-siap saja makan hati saat mereka sibuk meladeni penggemarnya. Meh ~

Cinta sih, Tapi Harus Tahan dengan Sikap Cueknya

Gemini itu paling susah jatuh cinta. Meskipun sudah nyata tertarik sama seseorang bukan berarti mereka akan langsung mengakuinya. Ada saja alasan untuk tarik-ulur perasaan pasangan. Jadi saat kamu jadian dengan Gemini, belum berarti kamu memenangkan hatinya. Saat kalian resmi pacaran,  perasaannya belum tentu sepenuhnya buat kamu. Mereka ini butuh waktu yang lumayan untuk memutuskan beneran cinta atau hanya sekedar suka. Padahal ya mereka udah resmi jadi pasangan kamu. Makanya jika kamu punya pasangan Gemini harus ekstra sabar. Dan iinilah alasan mengapa Gemini sering jadi korban ‘ditinggal pas sayang-sayangnya’. Hahaha.

Enggak Romantis

Jika kamu penggemar drama dan memiliki pasangan Gemini, kelar hidup kamu. Gemini itu luar biasa cuek dan kata romantis adalah hal tabu dalam kehidupannya. Jadi saat kamu mengharapkan hal romantis dari Gemini, lupakan saja mimpi indah kamu itu. Bagi Gemini hidup itu harus memakai logika. Urusan menye-menye tentang cinta itu urusan nomor sekian. Sayangnya, meskipun enggak suka hal yang romantis, Gemini sangat senang diperhatikan. Curang ya? IYA. Hmm, pantes saja paling cocok sama Leo yang suka merhatiin pasangannya. Aish, bisa aja Yu!

Saat Bersamanya Kamu Seperti Bersama Oom Google

Iya, Gemini itu cerdas dan banyak tahu. Dia sangat up to date, jadi perkembangan informasi apa pun pasti tahu. Kecerdasannya inilah yang membuat Gemini banyak penggemarnya. Sekedar tips, Gemini sangat menyukai orang yang dapat ‘nyambung’ saat diajak ngobrol. Jadi pastikan kamu memiliki minat yang sama dengannya jika ingin membuat dia tertarik padamu. Uhuy, karena bagi Gemini cantik/ganteng saja enggak akan berarti apa-apa jika otak kamu kosong. Bumm!

Nah loh, itu tadi 4 hal yang bakal kamu rasakan saat memiliki pasangan berzodiak Gemini. Boleh percaya boleh enggak, ya namanya juga postingan suka-suka. Caio!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Morning Pages

Menulis untuk jiwa/copyright  rawpixel.com   Writing is medicine. It is an appropriate antidote to injury. It is an appropriate companion for any difficult change - Julia Cameron. Menulis bagiku adalah obat. Menuangkan keluh, mencatat mimpi, hingga mematik harapan. Itulah alasan kenapa aku banting setir untuk berkarir di media. Harapannya sih, seru kali ya menulis terus dapat duit. Meskipun pas terjun kerja di media, ternyata pekerjaanku bukan menulis seperti yang di catatan-catatan yang pernah kutuliskan. Aku menulis untuk orang lain. Maka journaling adalah obat buatku. Saat aku tidak bisa menulis tentang hal-hal yang sensitif, menuliskan di buku jurnalku membuatku merasa tenang. Menulis untuk memberi makan jiwa aku menyebutnya. Biasanya setiap pagi sebelum memulai aktivitas aku menuliskan banyak hal di lembaran jurnalku. Hal random seperti enak mana tahu atau tempe, hingga seserius mengapa semakin ke sini hal-hal yang disebut ‘pertanda’ itu semakin jelas. Menuliskan hal itu ...

Cukup

Merasa cukup itu penting, tidak semua butuh jawaban. Ibaratnya mendaki gunung, bukan berarti kita harus tahu bagaimana wujud puncaknya kan? Bisa jadi jawaban dan rasa puas itu ada saat kita berada di lereng. Cukup bukan berarti menyerah, tapi tahu batasnya. Rasa penasaran seringkali membuat kita berusaha mencari tahu, memaksa keadaan untuk sesuai dengan keinginan kita. Hingga akhirmya hal inilah yang membuat kita tidak pernah merasa puas. Memaksa kehendak. Ilustrasi/copyright pexel Tidak semua hal harus sesuai dengan keinginan, bukankah kita harus lebih menyiapkan diri untuk hal yang kurang menyenangkan? Siapa sih yang butuh persiapan untuk hal yang menyenangkan? Pada akhirnya, siapkan diri kita untuk hal yang di luar kendali. Siapkan diri untuk kegagalan. Kita bukanlah pusat semesta, sehingga semua orang memiliko kewajiban untuk memahami diri kita. Belajar untuk lebih banyak mendengarkan dam tidak mengkerdilkan usaha orang lain. Cukup bukan berarti menyerah, tapi me...

Lima Tahun Lalu Itu 2019

    2019 itu lima tahun yang lalu. Aku tersenyum membaca pesan dari dia. Ternyata sudah lima tahun kami tidak saling menyapa, meskipun update kehidupannya masih melintas di linimasa akun linkedin-ku.  Lima tahun lalu namanya selalu muncul pertama kali di notifikasi whatsApp-ku. Dulu, kami pernah meyakini bahwa jarak hanya satuan untuk orang lemah. Dan akhirnya, kami menjadi bagian orang lemah itu. Kata orang akan selalu ada kesempatan kedua untuk hal yang terlewatkan. Tinggal kita mau atau tidak. Menganggap itu kesempatan atau hanya sekadar pembuktian semata. Dan ia pun menyapaku kembali setelah lima tahun berlalu. Kamu akhirnya ke Jepang ya? Gimana, seru? Menyebalkan sekali pertanyaannya, karena akhirnya aku tahu ia tak pernah berubah. Ia tetap melihatku, sementara aku hanya tahu dari update linkedin-nya. Menandakan dia ‘hidup’. Bagian menyebalkan lainnya aku melewatkan masa lima tahun itu, tapi ia tetap melihatku bertumbuh. Ia tahu aku mengeluhkan banyak hal, ia juga ta...