Minggu, 06 Maret 2016

Apa yang Harus Kamu Lakukan Selama 24 Jam di Jogja?

Seminggu yang lalu tanggal 27 Februari 2016, saya bersama salah satu teman saya Wenny melakukan tantangan 24 jam di Jogja. Sebenarnya kami tidak berdua, karena salah satu teman kami ketinggalan kereta maka tantangan #Jogja24Jam pun kami lakukan hanya berdua saja. Kami ke Jogja berbekal tiket promo dari Promo Imlek KAI Februari lalu.

Rangkaian Malioboro Expres membawa kami dari Stasiun Kota Malang pukul 20.15 hari sabtu. Rangkaian kereta kami cukup lengang, mungkin peak season sudah lewat ya? Dan kami pun memilih liburan setelah liburan panjang. Jadi sepanjang perjalanan seperti menyewa kereta 

Pukul 04.20 kami sampai di Stasiun Tugu, rencananya kami berniat ke Tugu buat foto-foto tapi urung kami lakukan. Kami pun menuju ke penginapan, buat numpang mandi dan istirahat sebentar. Mandi sudah, isi baterai handphone pun sudah. Oia, kami menginap di daerah Dagen meski agak kecewa dengan kamar yang kami pesan, tapi lumayan untuk membuat kami tidak terlalu terlihat kumal. Berikut itenary saya sewaktu di Jogja kemarin.

06.30 – 10.00 Candi Prambanan

Setelah berberes di penginapan, kami berjalan sebentar ke shelter untuk menunggu Trans Jogja 1A yang akan membawa kami ke Prambanan. Sepanjang perjalanan saya sibuk melihat tempat yang mungkin kelak bisa dikunjungi :p

Prambanan - Cantik
Pukul 07.00 kami sampai di Terminal Prambanan. Saya pikir letak terminal dan Prambanan dekat ternyata? JAUH. Hfft, saya berkali-kali mengeluh karena merasa dibohongi  tapi karena saya sedang bahagia maka perjalanan jauh pun tidak jadi masalah *halah*. Sampai area Prambanan ternyata masih sepi, hanya ada 2 bus rombongan anak SMP, kabar gembiranya kami bisa leluasa untuk berkeliling di area Prambanan. Setelah membayar tiket seharga 30.000,- dan tidak lupa memotretnya agar kekinian saya memasuki area Candi Prambanan. 

Rencananya kami ingin naik kereta kelinci untuk mengelilingi kompleks candi, tetapi karena kereta tidak juga kunjung penuh akhirnya saya menyerah dan harus segera meninggalkan Prambanan. Tapi sebelum meninggalkan Prambanan saya sempat masuk ke Museum Prambanan. Koleksinya terawat apik, beberapa diorama menggambarkan cerita tentang Candi Prambanan.

10.00 - 12.30 Makan siang, check out penginapan

Perjalanan ke Prambanan memang memakan waktu yang cukup lama, hampir setengah hari. Dari area Prambanan kami kembali menuju ke terminal untuk menumpang Trans Jogja untuk kembali ke kota. Oia, sekedar tips jika kalian ke Prambanan jangan lupa untuk membawa payung dan body lotion yang mengandung sun screen dan SPF. Balik dari Prambanan kulit saya langsung belang –“

Kembali ke penginapan, bersih badan dan membereskan barang-barang yang sempat saya tinggal di penginapan tadi pagi. Sekitar pukul 12.30 saya meninggalkan penginapan dan menuju KFC terdekat untuk makan siang. Hehehe, jauh-jauh ke Jogja makannya Bento.

13.00 – 15.00 Keraton, Museum Kereta dan Taman Sari

Setelah mengisi perut dan beristirahat sejenak, saya bersama Wenny melanjutkan perjalanan ke Kraton. Karena jarak Malioboro ke Kraton lumayan jauh akhirnya kami memutuskan naik becak tentu saja untuk mengejar waktu juga. Sesuai dugaan ternyata Kraton sudah tutup, dengan sedikit kecewa kami berputar arah ke Museum Kereta yang memang masih satu komplek dengan Keraton. 

Museum Kereta
Dengan tiket masuk 5.000,- per orang kami dibuat kagum dengan bentuk kereta yang dipajang di sana. Dan tentu saja namanya yang unik membuat Wenny memberanikan diri untuk bertanya alasan mengapa kereta-kereta tersebut namanya selalu ada Kyai-nya.

Taman Sari
Setelah puas berkeliling museum, kami melanjutkan perjalanan ke Taman Sari. Sempat bingung dengan rutenya, tetapi dengan berbekal nekat mengikuti rombongan akhirnya kami sampai di Taman Sari. Tiket masuk ke Taman Sari sama seperti Museum Kereta yaitu 5.000,- per orang. Saya dibuat kagum dengan desain dari Taman Sari. Saya iseng membayangkan betapa repotnya menjadi Raja dan Putri saat itu mau mandi saja banyak aturannya. Hehehe.

15.00 – 15.30 Museum Sonobudoyo

Kunjungan super singkat. Pukul 15.00, saya meninggalkan area Taman Sari berjalan kaki lumayan jauh menuju ke Museum Sonobudoyo. Pukul 15.15 kami sampai di museum, sampai depan pintu masuk langsung ditodong sama mbak-mbak penjaga tiket diberi tahu 15 menit lagi museum akan tutup. Jdeer. Ya, daripada tidak tahu isinya apa saja di dalam Museum Sonobudoyo akhirnya kamu berkeliling di Museum tersebut. Tiket masuk hanya 3.000,- per orang. Begitu masuk area pamer, saya terkesima dengan koleksinya.

Salah satu koleksi di Museum Sonobudoyo

Museum yang berada di Jalan Trikora no. 6 ini memiliki koleksi yang cukup dinamis antara Jawa, Lombok dan Bali. Ada koleksi aneka jenis wayang, genta kalasan, moko dan Al-qur’an. Karena keterbatasan waktu kami hanya berkeliling singkat saja. Koleksi di museum ini benar-benar terjaga dan terawat. Menurut informasi di Museum Sonobudoyo ini setiap senin-kamis diadakan pagelaran wayang dengan cerita Ramayana. Untuk tiket pertunjukan 20.000,- mulai pukul 20.00 – 22.00. Jika ke Jogja lagi, sepertinya saya harus melihat pertunjukan wayang ini.

16.00 – 16.45 Museum Benteng Vredenburg

Salah satu diorama Museum Benteng Vredeburg
Tidak lengkap rasanya ke Jogja tanpa mengunjungi Benteng. Dengan tiket 2.000,- per orang saya dan Wenny keliling Benteng. Karena sudah lelah kami lebih banyak duduk di sekitar museum, yang kebetulan sudah sepi pengunjung.

17.00 – 17.45 Pempek Ny. Kamto

Kuliner! Akhirnya saya makan makanan khas Jogja. Iya meski pempek bukan makanan khas jogja, setidaknya Pempek Ny. Kamto adalah kulinar wajib jika kalian berencana berkunjung ke Jogja. Pempek Ny. Kamto sendiri ada beberapa cabang di Jogja, tetapi saya kemarin kebetulan mampir di pusatnya yaitu di Jalan Beskelan yang masih satu area dengan Malioboro.

Untuk variasi menu, kalian tidak perlu khawatir. Pempek Ny. Kamto menyajikan menu pempek dengan lengkap. Untuk cukanya pun ada dua manis dan pedas. Pempek digoreng tidak terlalu kering, dan rasanya tidak perlu diragukan lagi. Enak dan pas dilidah saya.

18.00 Menuju Stasiun Tugu

Kereta kami berangkat pukul 20.45 masih ada waktu seekitar hampir tiga jam. Berjalan dari Malioboro ke Stasiun Tugu ternyata membutuhkan waktu yang lumayan. Tepat pukul 18.45 kami sampai Stasiun. Beristirahat sejenak sambil ngantri untuk membersihkan tubuh alias cuci muka di toilet stasiun. Sambil sesekali melontarkan canda dan pandang tidak percaya sedang berada di Jogja seharian ini. Dan ya, kami harus kerja besok pagi.

Pukul 20.45 Malioboro Ekspres, membawa kami ke Malang. Kereta berjalan lambat meninggalkan Stasiun Tugu. Kaki saya mulai protes, mata saya mengantuk tapi hati saya bahagia. Badan saya mungkin terasa lelah, tetapi jiwa saya senang. Saya menikmati perjalanan #Jogja24jam kemarin.

Pukul 04.30 saya sampai di Malang. Kaki masih terasa nyut-nyut-an dan mata masih mengantuk. Tetapi saya harus kembali ke realita, nanti pukul 08.00 saya harus ngantor. Hehehe. Jadi, ke Jogja selama 24 jam? Siapa takut.

6 komentar:

  1. Strong kak.. Strong nget. Habis di kereta tuh waktunya, hampir 12 jam sendiri di kereta. wkwkw

    BalasHapus
  2. Prambanan mbakar kulit banget ya hihihi.. next time mari berjalan2 bersama ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget, belang deh kulitku...😂😂😂
      Sip, mari kita siapkan ransel 😀😀

      Hapus
  3. yang domisili jogja boleh ikutan tantangannya nggak kak? hahaha

    BalasHapus