Minggu, 03 April 2016

Cerita Lain BE KRAF Inspiring Founders

Narasumber super kece on stage | Inspiring Founders - BE KRAF

Berawal dari hobi ngerumpi dengan Wenny dan beredar di twitter, akhirnya sabtu tanggal 2 April 2016, saya bersama Wenny dan Endah terdampar di salah satu acara BE KRAF (Badan Ekonomi Kreatif Indonesia). Mengikuti acara Inspiring Founders yang disponsori oleh BE KRAF yang bertempat di Hotel harris. Banyak acara seru yang digelar BE KRAF berhubung waktunya bersamaan, akhirnya kami memilih Inspiring Founders untuk mengisi malam minggu yang syahdu kali ini.

Sebagai salah satu rangkaian Ulang Tahun #Malang102 Inspiring Founders mengundang 3 narasumber yang istimewa. Ada Hadi wenas CEO – mataharimall.com, Natali Ardianto CTO – tiket.com, dan Irzan Raditya CEO – yessbossnow.com ketiga narasumber sharing ilmu mulai pukul 14.00 – 17.00 wib.

Meskipun acara molor dari jadwal yang ditentukam yaitu sekitar 30 menit lebih, secara keseluruhan acara ini menarik. Diskusi antara peserta dan narasumber pun berlangsung menyenangkan. Ada satu pertanyaan yang menarik dari salah satu peserta, kurang lebih pertanyaannya adalah tentang fenomena semua ingin menjadi CEO, ingin jadi pengusaha, semua ingin menjadi pemilik modal. Jika semua jadi pemilik siapa yang akan bekerja jadi IT (disclamair penanya adalah mahasiswa IT dan dia menyampaikan isi hatinya juga teman lainnya).

Menarik, akhir-akhir ini saya pun merasa budaya latah sudah menjadi trend. Tidak hanya soal profesi, pun yang lainnya. Ketika semua berlomba-lomba menjadi pengusaha, semua sibuk jualan apa saja. Dan jawaban dari Pak Natali CTO tiket.com membuat saya merenung. Beliau menjawab bahwa beliau tidak ingin jadi CEO cukup menjadi CTO. Jadi CEO itu banyak yang dipikirkan biarkan mereka yang terpilih memikirkannya. Bukan Pak Natali tidak ingin, Teknologi adalah dunianya maka beliau akan melakukan hal yang terbaik dari keahliannya itu.

Saya sempat tersentil, mengingat kejadian beberapa bulan ini. Pilihan saya untuk fokus ke dunia menulis. Menjadi seorang content writer secara full time dan meninggalkan dunia akuntansi. Meskipun tidak benar-benar meninggalkannya, pilihan saya untuk memilih dunia menulis masih membuat saya gamang. Saya masih sering bertanya, apakah benar pilihan saya? Bukan gengsi atau hanya ingin mengikuti trend? Saya tidak ingin terjebak dengan kata-kata ‘kesempatan’.

Goodie bag dari BE KRAF - suka :)

Saya kembali melihat ketiga narasumber tersebut, mereka adalah orang-orang yang fokus dengan tujuan hidupnya. Mendedikasikan diri dengan apa yang disukai dan bonusnya, apa yang mereka tekuni menghasilkan uang. Bukankah hal itu impian setiap orang? Tetapi tidak semua mimpi setiap orang harus berjalan sama, runut dengan detail yang sama. Setiap orang memiliki porsi kegagalan yang berbeda.

Para narasumber yang duduk di depan saya bukanlah orang yang tanpa pernah mencicipi kegagalan. Meraka pernah gagal. Pernah jatuh, bangun, jatuh dan bangun lagi hingga seperti saat ini. Mereka bekerja untuk mewujudkan mimpi. Sepeti yang disampaikan CEO yessbossnow.com Pak Irzan impian tanpa eksekusi adalah omong kosong. Malam ini saat saya kembali melihat buku mimpi saya, ada beberapa yang belum terwujud. Ada impian yang sudah saya tulis sejak pertama kali lulus kuliah. Saya kembali bertanya, bagaimana mimpi itu bisa terwujud jika saya hanya sibuk menulisnya tanpa bergerak untuk mewujudkannya.

Mungkin benar, saya butuh bergerak. Tidak hanya sibuk menulis mimpi saya dan hanya bergerak ragu-ragu. Karena waktu yang paling tepat adalah sekarang, bukan nanti, besok atau minggu depan. Terima kasih BE KRAF untuk Inspiring Founders-nya benar-benar menginspirasi. Terima kasih, semoga tahun depan ada lagi. Ngomong-ngomong, CEO mataharimall.com gaul sekali Pak Wenas.

Salam, Ayu Puji Lestari.

2 komentar:

  1. Wah acaranya seru dan berkesan yaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, acaranya seru. Btw, terima kasih sudah mampir di blogku 😁

      Hapus