Langsung ke konten utama

Menjadi (yang) Mereka Inginkan



Menjadi aku ternyata tidak mudah.

Saya adalah bungsu dari lima bersaudara. Banyak yang menganggap menjadi bungsu itu menyenangkan karena pasti semua keinginan akan dipenuhi. Tidak perlu menunggu besok, hari itu juga pasti dikabulkan.

Menjadi bungsu itu menyenangkan, kata bagi sebagian.

Ketika ada yang tidak sesuai yang diinginkan, cukup merajuk maka semua urusan selesai. Semua akan menuruti. Menenangkan dengan janji akan memberi dua bahkan tiga kali lipat dari yang diinginkan.

Sayangnya menjadi bungsu tidak semudah yang mereka bayangkan. Apalagi menjadi bungsu yang serba enggak enakan.

Ketika egoku tersakiti, aku pikir semua akan memahami. Justru saat aku ingin mengemukakan pendapat, mereka berpikir aku hanya cemburu dan iri. Halah, bungsu kan tidak jauh dari dua hal itu. Tukang iri dan cemburu. Egois mereka bilang.

Ternyata menjadi bungsu yang mereka inginkan tidak mudah. Ketika merajuk salah, lalu apa aku harus pergi?

Ternyata juga salah, jika aku pergi itu artinya aku membenarkan anggapan mereka bahwa aku sedang iri.

Ternyata menjadi mereka inginkan sulit sekali, sekadar menjadi bungsu yang egois sekalipun.

Komentar

  1. menjadi yang mereka inginkan

    ((tidak mudah))

    BalasHapus
  2. Tetep bungsu itu tanggungan sulung, ugh.
    Gimana mau jadi seperti yang dikehendaki orang, jadi peri hujan aja kamu masih gagal. eh.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berlibur ke Malang Selama 24 Jam? Berikut Tempat yang Wajib Kamu Kunjungi

Kota Malang memang penuh daya tarik maka tidak heran jika setiap hari selalu saja wisatawan yang datang untuk berkunjung ke kota ini. Malang memang berbeda, meskipun di beberapa tempat mulai macet tidak mengurungkan niat pecintanya untuk berkunjung. Jika kamu berniat berkunjung ke kota Malang hanya sehari, itenary ini bisa menjadi pertimbangan buatmu. Yuk, mari! 06.00 – 07.30, Jalan Kawi Mengisi perut dengan sajian khas kota Malang bisa menjadi alternatif buat kamu. Salah satu yang khas dari kota Malang adalah Pecel Kawi, yang berada di Jalan Kawi. Jika kamu tidak seberapa suka Pecel, di sepanjang jalan Kawi banyak kuliner lainnya. Lokasinya pun masih satu tempat dengan Pecel Kawi, ada Nasi Buk Madura, Widuri yang menyediakan masakan campur, dan Nasi Krawu. 08.00-10.00, Alun-Alun Puas dengan sarapan khas kota Malang. Kamu bisa mencari angkot LG menuju arah pusat kota. Ada Alun-alun, dan Tugu 0 kilometer di bawah jembatan penyebrangan. Tidak perlu khawatir, di alun-alun...

Menjadi Beauty Vlogger Dadakan

Bekerja di media membuat saya belajar banyak hal, termasuk menjadi artis dadakan untuk mengisi konten video. Sudah 2 kali wajah saya muncul di chanel youtube vemale. Pertama video DIY membuat amplop lebaran dan kedua adalah video campaign #MyBodyMyPride . Di kedua video itu tidak ada satu pun yang mewajibkan saya bicara, saya cukup senyum-senyum depan kamera, dan semuanya beres. Tapi berbeda dengan konten video kali ini, selain bergaya dan senyum-senyum manis, saya juga harus bicara. Ok, karena kali ini saya harus mereview lipstik. OK LIPSTIK. Jeder!  Sebenarnya tidak masalah saya harus sok manis di depan kamera. Tapi ini saya harus memakai lipstik dan mereviewnya? Oh. Ok, saya memang cewek tapi kalau urusan makeup angkat tangan. Pakai bedak pun sudah syukur. Meskipun sekarang  sudah mau pakai skincare meskipun sekadar pembersih wajah dan pelembap. Anggap saja itu satu kemajuan. Dan sekarang saya harus mereview lipstik,dan bergaya di depan kamera. Cuap-cuap istilah lipsti...

Lost in Malang, Malam Minggu Receh Jalan Kaki Keliling Kota Malang

Siapa sih yang enggak suka malam minggu? Apalagi para pekerja yang sabtunya harus kerja. Malam minggu itu semacam angin surga, bisa pulang kerja lebih awal dan sore hingga malam bisa ngapain aja. Tidur malam pun tidak masalah, karena besok hari minggu dan libur. Maka malam minggu kemarin saya memutuskan ikut acara yang diadakan A Day To Walk. Jalan-jalan hore di malam hari sepertinya tidak ada salahnya menjadi pilihan saya malam itu. Sejak siang saya diribetkan dengan urusan event di komunitas, sempat ketemu teman lama juga dan hampir menjelang malam baru kelar semua urusan. Muka sudah kucel dan badan sudah remuk sebenarnya. Acara A Day To Walk sebenarnya dimulai pukul setengah tujuh, lah ini pukul tujuh telat banget ya seandainya saya nekat untuk gabung. Iseng lewat meeting point, sekalian mau oper angkot dan ternyata masih ramai. Well, akhirnya saya ikut bergabung.  Ternyata malam itu banyak juga yang datang. Saya sempat ber’hai’ dengan salah satu peserta. Ngobrol sebent...