Sabtu, 03 Juni 2017

Menjadi (yang) Mereka Inginkan



Menjadi aku ternyata tidak mudah.

Saya adalah bungsu dari lima bersaudara. Banyak yang menganggap menjadi bungsu itu menyenangkan karena pasti semua keinginan akan dipenuhi. Tidak perlu menunggu besok, hari itu juga pasti dikabulkan.

Menjadi bungsu itu menyenangkan, kata bagi sebagian.

Ketika ada yang tidak sesuai yang diinginkan, cukup merajuk maka semua urusan selesai. Semua akan menuruti. Menenangkan dengan janji akan memberi dua bahkan tiga kali lipat dari yang diinginkan.

Sayangnya menjadi bungsu tidak semudah yang mereka bayangkan. Apalagi menjadi bungsu yang serba enggak enakan.

Ketika egoku tersakiti, aku pikir semua akan memahami. Justru saat aku ingin mengemukakan pendapat, mereka berpikir aku hanya cemburu dan iri. Halah, bungsu kan tidak jauh dari dua hal itu. Tukang iri dan cemburu. Egois mereka bilang.

Ternyata menjadi bungsu yang mereka inginkan tidak mudah. Ketika merajuk salah, lalu apa aku harus pergi?

Ternyata juga salah, jika aku pergi itu artinya aku membenarkan anggapan mereka bahwa aku sedang iri.

Ternyata menjadi mereka inginkan sulit sekali, sekadar menjadi bungsu yang egois sekalipun.

5 komentar:

  1. menjadi yang mereka inginkan

    ((tidak mudah))

    BalasHapus
  2. Tetep bungsu itu tanggungan sulung, ugh.
    Gimana mau jadi seperti yang dikehendaki orang, jadi peri hujan aja kamu masih gagal. eh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fix, besok aku jadi peri kemarau aja :(

      Hapus
  3. Sabar itu cobaan 😐

    BalasHapus