Rabu, 12 Oktober 2016

Hal yang Selalu Saya Rindukan Saat Menjadi Akuntan

Sudah hampir satu tahun saya pindah haluan jadi Akuntan dan berpindah menjadi seorang Penulis Konten di sebuah Media Online. Keputusan yang sempat menjadi drama. Tidak hanya bagi orang-orang terdekat saya, pun dengan orang –orang di kantor yang saya tinggalkan. Ya, meskipun sekarang saya bukan lagi seorang Fulltime Akuntan, tapi saya tidak benar-benar meninggalkan dunia Akuntansi ini. Saya masih menerima job review di luar. Terkadang saya merindukan rutinitas sebagai Akuntan. Yang setiap harinya gak jauh-jauh dari worksheet.

Meja kerja andalan, camilan bukan sponsor :D | c: @perihujan_
Akuntansi adalah dunia yang sudah saya kenal sejak memutuskan murtad sebagai seorang Anak IPA. Seperti kutukan, Akuntansi adalah satu hal yang saya benci dan berubah menjadi hal yang saya cintai. Saya enggak pinter-pinter amat di pelajaran sains, saya lebih suka pelajaran sosial sebenarnya. Alih-alih menyukai mengamati reaksi kimia, saya lebih suka belajar Sejarah dan Geografi. Dulu saya masuk IPA hanya untuk menghindari Akuntansi. AHAHAHAHAHA. Tapi seperti saya bilang, ia serupa kutukan sejak mengenal lebih dekat saya jatuh cinta dengannya.

Setelah hampir 8 tahun bekerja sebagai Akuntan, saya sadar Akuntansi tidak hanya perkara debit atau kredit saja. Tidak hanya soal Laba atau Rugi. Banyak hal. Saya belajar membuat laporan yang tidak hanya bagus dan balance, saya pun belajar bagaimana membuat laporan yang dapat dibaca semua orang. Saya suka bermain-main dengan angka. Dan bagi saya itu menyenangkan. Berpegang teguh dengan Prinsip Akuntansi ‘balance belum tentu benar, tidak balance sudah pasti salah’ dan sensasi membuat laporan seperti ini yang sering saya rindukan.

Saya kangen bergadang sampai tengah malam, demi memenuhi deadline laporan. Saya kangen saat menemukan kecurangan dari satu laporan yang dikirim salah satu cabang, mencari tahu dan akan bahagia saat menemukan penyebabnya. Saya kangen stock opname dan cash opname. Saya kangen mengecek tumpukan invoice. Saya kangen melakukan perjalanan dinas bersama tim, melewatkan malam dengan worksheet masing-masing dan disela rutinitas yang padat kami masih sempat untuk karaoke bersama. Saya kangen memikirkan bagaimana laporan yang saya sajikan dapat penilaian Wajar Tanpa Pengecualian dari Auditor yang kadang sok OK. Saya kangen berdebat dengan senior tentang penyajian laporan dan hal remeh lainnya. Hfft, saya kangen dengan bunyi derit printer yang mungkin sama lelahnya dengan saya karena terlalu sering dipaksa bekerja untuk memenuhi deadline. Saya kangen...

Meskipun bisa ngitung bisa lewat kompi, kalkulator cabe tetep harus di samping | c: @perihujan_

Akuntansi itu menyenangkan. Akuntansi itu unik. Akuntansi itu seperti tantangan bagi saya, yang setiap waktu menari-nari di depan mata saya menantang untuk ditaklukkan. Akuntansi itu candu. Dan saya tahu, tidak mudah bagi saya untuk benar-benar melepaskannya. Ah, saya kangen kamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar