Selasa, 10 April 2012

Kayla



Malam selalu mencumbuiku dengan rindu, dan semuanya tentang kamu.

Aku memandang fotomu yang berpendar, manis. Aku terlalu ngilu untuk mengakui bahwa aku benar-benar kalah dengan air mata malam ini. Aku rindu.
Tanganku memainkan kursor, saat slight itu memainkan foto-fotomu di layar laptopku. Aku berharap ini akan menyamai saat aku menggurat wajahmu, mengusap tiap helai rambutmu dan mencubit pipi tembemmu. Aku rindu.
Ini masih hitungan bulan, belum tahun aku sudah terlampau rindu padamu. Masih teringat malam sebelum kamu melepas kepergianku, kamu merebah manja pada dadaku. Kamu tak pernah semanja itu sebelumnya, dan hal ini semakin membuatku sesak. Sampai sekarang aroma tubuhmu masih jelas kuingat. Aku rindu.
Slight itu masih memainkan foto-fotomu, ada ribuan fotomu dalam laptopku. Ya, karena kamu adalah objek terfavoriteku selama empat tahun tujuh bulan ini. Aku tidak pernah bosan mengabadikan semua ekspresimu, senyum, tawa bahkan gurat sedihmu. Kamu cantik, dan kecantikanmu sungguh luar biasa. Aku rindu.
Slight itu tetap memainkan foto-fotomu, dan sukses menghujaniku peluru. Nyeri, aku kalah dengan jarak. Dan aku kembali menangis. Aku rindu.
Kursorku menekan tombol pause saat fotomu yang memakai topi kegemaranmu tertangkap olehku. Kamu tahu itu adalah foto terfavoriteku. Wajahmu menoleh kearahku, aku yang tiba-tiba dari arah belakang memotretmu. Aku masih ingat saat itu kamu langsung menghambur ke arahku saat menyadari kedatanganku. Hari itu adalah saat kali pertama aku pergi jauh darimu dengan waktu yang lama. Kamu memelukku erat, pun demikian aku. Aku rindu.
Aku kembali menekan tombol play, slight kembali memainkan foto-fotomu. Ada fotomu yang sedang memainkan gadget milikku. Ya, kamu selalu tertarik dengan apa yang aku lakukan. Kamu terlalu mirip denganku. Kamu selalu menikmati saat duduk mengamatiku yang sedang bekerja, sesekali merajuk manja ingin diperhatikan. Tapi tahukah kamu? Saat ini gangguan itulah yang sering mengusikku, rindu. Aku tak pernah marah, maka aku akan berhenti sejenak dari pekerjaanku dan menemanimu ngobrol. Menjawab pertanyaanmu tentang ini dan itu. Maka ketika kamu mulai lelah, kamu akan menyuruhku untuk kembali bekerja dan kamu kembali duduk mengamatiku yang sibuk dengan pekerjaanku.  Aku rindu.
Lamunanku pecah saat, handphoneku bergetar. Incoming call  Kayla. Tanganku cepat mengambil hanphoneku.
“ Kayla kangen papa, kapan papa pulang? “ katamu cepat.
Suaraku tercekat, ngilu.
“ Papa juga kangen sama Kayla “ kataku lembut, dan mengusap fotomu yang sedang tertawa.
Kemudian aku hanya diam mendengar celotehmu, sesekali tertawa. Dan slight itu tetap memainkan fotomu. Foto Kayla my pretty angel.
Papa akan segera pulang nak__

Ide didapat dari twit bang @todyumna yang lagi kangen dengan anaknya :))
foto dari google.com ( sengaja ambil fotonya Afika, soalnya dia lucu :p ) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar