Sabtu, 25 Februari 2012

Blue Wedding Syndrome

Setiap kali ke acara pernikahan yang selalu membuat saya malas adalah ketika saya ditanya dengan pertanyaan serupa ;
“kapan nyusul?”
“loh, masnya kok gak diajak?”
Dan bla...bla..
Apalagi pernikahan tersebut adalah pernikahan saudara, ketika saya didapati duduk sendiri maka saya akan diberondong dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Saya jadi berpikir memang salah ya kalau datang ke acara pernikahan sendirian? Apakah itu berarti saya masih belum punya pasangan? Terus apakah kalau punya pasangan setiap kali ada momen-momen tersebut pasangan saya harus saya bawa-bawa? #mendadak ngomel.
Sudahlah saya tidak ingin membahas masalah itu, meskipun saya juga merasa nelangsa di acara pernikahan yang saya hadiri tadi. Bukan karena saya merasa sendiri, tetapi melihat yang lain sudah menggandeng suami atau istrinya apalagi dengan kehebohan anak-anak mereka mendadak saya terkena blue wedding syndrom. Dan hal ini sudah saya duga sebelumnya.
Pernikahan yang saya hadiri tadi siang adalah pernikahan seorang teman yang kebetulan dalam perjalanan cintanya saya adalah korban tempat curcolnya. Mengingat perjalanan cintanya yang jatuh bangun membuat saya berdecak kagum, ya mister right Dia adalah orang yang ditemuinya enam bulan lalu menggantikan pacar yang sudah empat tahun.
Katanya disela berita heboh yang saya terima dua bulan lalu, ketika Dia dengan suara cemprengnya menelpon saya dan berteriak kalau baru saja dilamar. Saya pikir Dia dilamar dengan sang pacar yang hampir empat tahun itu tapi nyatanya saya salah, mister right itu adalah pria yang Dia temui enam bulan lalu di sebuah ruang tunggu terminal.
Jodoh katanya.
Semua serba cepat, saya sesekali mendengar curhatnya tentang sang mantan. Dan ajaib, semua begitu mudah tanpa hambatan sekali. Begitu indahnya jalan cerita cinta dari Sang Khalik. Dan sebulan yang lalu saya didatanginya bersama mister right, meminta saya untuk datang ke acara pernikahannya. Dan tadi saya ikut larut dalam kebahagiannya.
Saat menikmati es cream di salah satu sudut saya merenung, ya suatu saat saya juga akan menikah. Sama seperti Dia, sama seperti juga dengan beberapa teman yang saya temui tadi. Membangun rumah tangga, mempunyai anak, dan mendiskusikan segala sesuatunya bersama suami. Menyenangkan pastinya. Tapi siapkah saya jatuh cinta setiap hari dengan orang yang sama? 

#di sudut kamar =)


nb : foto diambil dengan setengah maksa dari google.com 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar