Langsung ke konten utama

Postingan

Ini Rindu, Kamu? ( #140 – 1 )

Aku memainkan scroll pada linimasaku, tak kutemui twit satupun dari dia. Iya, dia salah satu akun yang kugemari selama setengah tahun ini. Twitnya adalah salah satu alasanku untuk rajin bertandang di lapak 140 karakter ini. Bukan untuk ikut riwil di twitter tapi hanya memastikan apakah dia baik-baik saja. Bagiku twitnya adalah kabar bahwa dia baik-baik saja, meski tanpa mention sekalipun.  Aneh memang,padahal mention darinya untukku   tak genap seratus jika ditotal sejak pertemuan kami di kerajaan 140 karakter. Kami hanya saling follow, dan kebetulan berada pada satu komunitas. Kami tak pernah terlibat kehebohan berbalas mention di linimasa. Aku hanya pengagum rahasianya. Dan mungkin benar, inilah rasanya sepihak. Sakit. Sebenarnya mudah saja aku mendapatkan kabar tentangnya, aku memiliki nomor handphonenya yang kudapatkan saat ia meminta alamat untuk pengiriman buku sebagai hadiah karena sering kelewat riwil pada proses produksi buku kumpulan ceritanya. Tentu ...

Sepasang sayap

Siang tadi sewaktu istirahat, saya mendapat telepon dari sahabat SMP. Dia bercerita, telah menikah dua bulan yang lalu dan meminta maaf karena tidak bisa mengabari. Saya heboh sendiri, kebahagiannya tiba-tiba menular begitu cepat kepada saya. Dan yang paling mengejutkan adalah, pria beruntung yang menikahinya adalah juga teman saya sewaktu SMP dulu. Teman satu bimbingan belajar. Tidak bisa saya bayangkan, bagaimana mungkin mereka bisa memutuskan untuk menikah, mengingat mereka dulu sudah seperti tokoh tikus dan kucing di film kartun Tom dan Jerry, tak pernah akur. Setelah ngobrol ngalor-ngidul, akhirnya saya bertanya padanya. Pertanyaan sama yang selalu saya berikan kepada teman-teman saya yang telah memutuskan untuk menikah, “Bagaimana kamu yakin, bahwa dia adalah yang terbaik untukmu? Dan kamu memutuskan untuk bisa mencintainya setiap hari?“ Sedikit bergumam, seakan lama untuk berkata, akhirnya ia menjawab: “Aku yakin, karena aku percaya bahwa aku mampu ...

Selamat Ulang Tahun

Hari ini saya mengulang hari lahir saya.  Ulang tahun kali ini mungkin terasa spesial, karena bersamaan dengan Ramadan dan juga posisi di kantor baru saya. Saya bersyukur sekali. Tadi pagi saya menerima begitu banyak sms, WhatsApp, mention dan tentu saja wall facebook saya tiba-tiba penuh dengan doa dan harapan. Terima kasih semuanya :) Ada beberapa nomor baru yang muncul di handphone saya, ternyata mereka masih mengingat saya padahal memori saya dengan sengaja menghapus mereka.Tentu saja terlihat egois memang, tapi itulah cara saya untuk memaksa lupa meski saya tahu, otak saya terlalu bodoh untuk melupakan deretan angka yang bertahun-tahun begitu lekat dalam ingatan saya. Dan hari ini biarkan saya berbahagia, karena hari ini saya merasa istimewa. Terima kasih @perihujan_

Review 'Coffee Talks'

Cintailah pekerjaanmu, maka kamu akan lebih mencintai dan menghargai hidupmu “ Selamanya aku tidak pernah tahu, jika aku tidak melakukannya. Aku berbicara di hadapan sebuah cangkir berisi kopi panas. Membayangkan kehidupan yang telah aku jalani selama ini memang tidak mudah. Keceriaan Milkshake Orange, kesedihan Double Chocolate, kemesraan dalam badai tak pernah membuat ceritaku usai begitu saja. Aku tidak takut melangkah, karena disetiap langkahku akan membentuk sebuah jalan yang akan menuntunku ke sebuah akhir. dan aku tidak pernah tahu jika aku tidak pernah menginjakkan kaki di Join Coffee. Anda mungkin akan berpikir kehidupan yang Anda jalani biasa saja, tapi bagiku itu adalah sebuah cerita. Sebuah kehidupan yang patut dihargai “ Coffee Talks adalah novel pertama dari Ardhistia Lie, yang bercerita tentang kehidupannya sebagai Barista di Join Coffee. Novel yang berisi potongan-potongan cerita yang dikemas dengan sederhana ini mampu membuat kita menyadari penting...

#140

Tak ada yang kebetulan di dunia ini termasuk pertemuan kita di dunia 140 karakter @perihujan_ Kemarin saya terlibat perbincangan seru dengan teman saya, kami berbicara tentang jodoh dan kebetulan-kebetulan yang menyertainya. Ya, bercerita tentang benang merah yang entah ditautkan dimana nantinya. “ Jodoh kita itu sudah ditentukan jauh sebelum kita lahir, percaya gak? Misalnya nie, jodoh kita adalah orang yang usianya lebih tua daripada kita tentu saja takdir pertemuan kita sudah ditentukan sebelum kita lahir. Pertemuan kita dengan x, cara bertemunya, waktunya, tempat bahkan cuaca yang menyertai waktu pertemuan itu terjadi “ kataku siang itu. Teman saya manggut-manggut.  Yupz, gak ada yang kebetulan di dunia ini. Kejadian yang buruk pun mungkin saja merupakan jalan menuju kebahagian. Proses resign kita dari kantor misalnya, mengapa saya bisa bilang begitu? Kita gak pernah tahu kan jika ternyata resign kita adalah jalan bagi ta...

KITA ( akhir )

 Jika kamu mencintai seseorang, jangan pernah meletakan namanya dalam hati. Karena hati bisa patah. Letakkan namanya pada sebuah cincin, karena cincin akan terus selamanya berputar tanpa akhir__ @Stefani Charolina Aku duduk di meja nomor 14 itu, katamu akan datang tepat pukul 18.30 tapi ternyata kamu terlambat. Di smsmu sore tadi kamu meminta maaf, tak dapat menjemput dan memintaku untuk datang sendiri ke rumah makan bergaya eropa ini. Pramusaji itu menyambutku saat aku melangkah masuk, dan saat aku mengatakan aku sedang menunggumu pramusaji itu memintaku untuk duduk di meja nomor 14. “ Reservasi Tuan Rudi “ aku membaca booklet yang ada di meja tersebut. Ah, kamu selalu penuh kejutan. Padahal aku tak meminta banyak, hanya satu pintaku jangan memintaku untuk menunggu terlalu lama. Hatiku pun bisa menelikung di sela aku menunggumu. Dan aku tak ingin itu terjadi. Pramusaji datang menyerahkan daftar menu kepadaku, tetapi aku menolaknya. Aku hanya akan memesan makanan ...