Langsung ke konten utama

Patah Hati Terindah ala La La Land

La La Land | Source: Youtube

Saya tidak pernah mereview film. Jadi kalau review film ini masuk di blog, sudah pasti film ini istimewa.

Jadi 13 Januari kemarin saya berkesempatan buat nonton La La Land, satu film yang heboh di dunia karena berhasil menyabet beberapa nominasi di Golden Globe. Ok, saya orangnya tidak terlalu mengerti standar penilaian Golden Globe yang saya ingat rata-rata film yang sukses di Festival Penghargaan seperti ini, selalu membuat saya untuk berpikir ‘ini film maunya apa sih?’ Lalu apa sebenarnya yang membuat saya ingin sekali menonton La La Land? Hingga membuat saya sempat merasakan patah hati karena hanya diputar mid night di Bioskop langganan.

Pesona Ryan Goseling? Hoho, tidak saya bukan penggemar si pemilik mata sayu itu. Arus timeline yang heboh membicarakan film ini? Juga bukan. Hahaha, saya ngebet nonton film ini karena ada Emma Stone. Yup, saya jatuh hati dengan mbak ini sejak doi bermain di Amazing Spiderman 2, huehehehe. Dan saya yakin OOTD si Emma akan membuat saya bertahan di bioskop, meskipun mungkin ceritanya tidak menarik.

Sempat googling ternyata film ini bergenre musikal. Ok, saya bukan pecinta film dengan genre seperti ini. Membayangkan Emma tiba-tiba joget hore membuat saya sedikit sangsi, tapi mengapa gak dicoba? Well, akhirnya sejak tahu La La land bakal diputar regular di Bioskop kesayangan, akhirnya saya memutuskan untuk menontonnya. Seharian saya mendengarkan ost La La Land di Spotify, dan saya SUKA. Ok, awal yang baik.

Pukul 18.20 film mulai diputar, agak kesal karena si teman datang agak terlambat *jitakin* Masuk studio, film sudah mulai diputar. Di awal film sudah dikasih adegan orang berkumpul, bernyanyi dan joget di tengah kemacetan. Sabar Ayu. Dan, oh...ini adalah adegan awal Emma dan Gosling bertemu. Emma sebagai Mia dan Gosling sebagai Sebastian.

Mia adalah seorang penjaga kafe yang mempunyai mimpi ingin menjadi artis. Sedangkan Sebastian adalah seorang pria biasa yang memiliki mimpi membangun klub yang memainkan musik jazz yang sebenarnya. Ok, jangan tanya saya musik jazz sebenarnya ini seperti apa. Mereka bertemu, bercerita tentang mimpi masing-masing dan saling jatuh cinta. Lalu apakah impian Mia dan Sebastian terwujud? Well, soal ini kamu lihat sendiri saja ya. Takutnya spoiler.

Yang membuat saya menikmati film ini adalah musik yang pas, dan asli tidak ada missing plot sama sekali. Dan warna pakaian yang dipakai para penarinya adalah warna ceria, sehingga memberi kesan film ini ceria dan menyenangkan. Dan sumpah baju yang dipakai Emma Stone bagus semua. Duh, mbak ini ><

Kalau ditanya apa adegan favorit di La La Land? Semuanya, bahkan saat Mia bertemu dengan keluarga pacarnya saja saya suka. Dan sungguh adegan ini membuat saya ngakak. Dan adegan di Bioskop membuat saya ingat jaman PDKT sama pacar eh apa mantan ya? Malu-malu pegang tangan, salut adegan seperti itu aja bisa dieksekusi dengan baik dan membuat yang melihatnya tersipu malu. Ada juga adegan sewaktu di Planetarium, membuat saya kembali teringat dengan Petualangan Sherina. Hahaha, mungkin La La Land adalah Petualangan Sherina versi dewasa ((Dewasa)).

Dan dari semua adegan favorite di atas, ada bagian dari La La Land yang menjadi best scene versi saya yaitu saat Sebastian ngobrol bersama Mia di depan Planetarium, setelah menemani Mia casting. Adegan itu sampai sekarang masih suka mengganggu saya. Well, mengutip kata-kata dari Ika Natassa ‘Menerima itu hal yang paling susah untuk kita lakukan dalam hidup.’

La La Land adalah film pembuka di tahun 2017 yang menyenangkan. Jika kalian pikir film dengan tema mengajar mimpi berakhir klise, maka berbeda dengan La La Land. Ada  beberapa hal yang membuat film ini berbeda, terutama bagian endingnya. Mengutip apa yang saya sampaikan kepada si teman nonton,

“Setiap mimpi itu harus realistis.Dan kadangkala patah hati itu tidak selalu berakhir buruk,” ucap saya sambil mencomot Hot Chicken yang kami pesan malam itu. Terus ngomel, “Ini serius hot? Kok manis?” yha, ujung-ujungnya protes makanan juga. Hahaha.

Komentar

  1. Satu lagi, jangan salah ambil keputusan. Kalau nyesel nggak bisa diulang. Kecuali sudah yakin benar, ya sudah, nasinya dah benyek kayak bubur.

    BalasHapus
  2. belum nonton filmnya.. tapi sepertinya bagus walaupun tentang cinta cintaan.. saya pengemar film action soalnya haaha..salam kenal .. semangat ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba nonton deh, film ini manis tapi enggak menye-menye kok :3 btw, salam kenal. Terima kasih sudah mamoir di blogku.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

#TantanganMenulis no. 2; Serenade.

A piece of music sung or played in the open air, typically by a man at night under the window of his lover. Kalau ditanya apakah dinyanyikan sebuah lagu membuatku jatuh cinta? jawabnya adalah tidak, malu iya. Entah malunya kenapa. Saya adalah sepersekian persen cewek yang sedikit risih kalau ada yang bersikap romantis di depan saya, entah itu pasangan atau hanya gebetan. Tapi ada satu orang dulu yang nekat menyanyikan sebuah lagu untuk saya, lengkap dengan genjrengan gitarnya. Di tengah malam saat saya sudah mulai mengantuk, dia adalah W, sebut saja begitu. Waktu itu masih ingat saya masih unyu-unyunya, memasuki semester tiga, jadi enggak salah kan kalau saya bilang masih unyu? *okay abaikan* Jadi W ini, adalah cowok yang ceritanya lagi PDKT dan dia termasuk cowok yang paling pantang menyerah. Entah ada angin apa W, tiba-tiba menelpon tengah malam saat kita lagi asyik SMS an enggak jelas. Iya, enggak jelas dia adalah cowok yang paling sabar ngeladeni obrolan absurd saya. Dia SMS.

Coklat dan Kamu

Gambar diambil dari google.com Apa hubungannya kamu dan coklat? Karena difinisi tentang kamu adalah coklat. Seperti coklat, kamu adalah pemilik rasa yang komplit dalam hidupku. Pahit dan manis. Itulah alasan kenapa aku memilih coklat saat aku bahagia maupun bersedih, seperti aku memilihmu saat ini. Kamu seperti coklat, menenangkanku ketika aku rapuh. Kamu seperti coklat, memberi rasa pahit ketika aku merindu. Kamu seperti coklat, CANDU!! Di sudut Kamar =)

Terima Kasih Twitter, Kamu Membuat Saya Tetap Waras

copyright pexels Jika ada ajang award untuk pemilihan sosial media paling baik, maka saya akan memilih twitter. Mengapa demikian? Platform dengan logo burung ini memang favorite saya sejak tahun 2009. Tempat saya nyampah, tentu saja selain di blog ini. Twitter selalu menyenangkan bagi saya. Ketika banyak orang berpindah ke Path saya tetap bertahan di sini. Ketika semua orang sibuk memperbaiki feed instagram, saya masih setia dengan si 'burung' ini. Iya, karena twitter membantu saya tetap waras. Bahkan, ketika tahun 2013 saat saya memutuskan untuk deactivated akun perihujan_ pun hanya bertahan beberapa bulan saja. Saya kembali membuat akun baru dan beruntung perihujan_ kembali menjadi milik saya kembali. Hahaha. Twitter membuat saya tetap waras. Ketika banyak orang menganggap remeh orang-orang yang memilih curhat di sosial media. Katanya; "kurang perhatian ya?" Tidak selamanya twit super galau dan mengenaskan yang saya tulis adalah isi hati saya. B