Minggu, 21 Februari 2016

Terserah Saja


Sejak saya menulis hubungan saya bersama mantan di sini, banyak yang bertanya kok bisa? Dan ada yang sengaja mengirim email bertanya kok bisa berteman dengan mantan. Biasanya banyak yang memilih menghindari mantan. Alasannya pun beragam mulai karena males sama dramanya juga kemungkinan bakal batal move on.

Pernah saya bercerita tentang pertemanan saya kepada salah satu teman saya, respon mereka pun bermacam-macam. Mulai dari kaget, kagum sampai:

“Ih, pasti kalian mau balikan.”

“Kamu masih cinta ya sama dia?”

“Mantan kamu masih ngarep balikan tuh.”

Mungkin berteman bersama mantan adalah hal yang mustahil. Seperti pertemanan antara cowok dan cewek, padahal semuanya kembali kepada niatnya. Hehehe, sempat kok ada perasaan takut bakal gak bisa menahan emosi. Ya, mengubah status setelah hitungan tahun bersama bukanlah hal yang mudah. Dan, sampai tulisan ini saya buat hubungan kami baik-baik saja. Dia tetap menjadi teman haha-hihi saya. Teman nonton saya, dan teman saya untuk berkonsultasi tentang obat yang harus saya minum saat sakit. Iya sesedarhana itu.

Bertanya soal kemungkinan? Saya tidak ingin drama dengan kemungkinan. Saya orangnya percaya takdir, jadi saat kalian bertanya apakah saya menyesal berpisah dengan mantan saya. Saya akan menjawab, TIDAK. Saya percaya, tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Dan pasti ada sebab mengapa Tuhan mempertemukan saya dengan dia, lalu membiarkan kami merayakan perpisahan. Apakah saya marah? Mungkin kemarin iya, tapi tidak untuk hari ini. Saya bahagia, saya bersyukur. Tuhan mengajarkan saya tentang berjuang saat bersamanya.

Apa pun anggapan orang, saya terserah saja.

Malang, 21 Februari 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar