Rabu, 13 Februari 2013

Prolog #DistyDalamDiary (1)





“ Jika bersamamu adalah mimpi, jangan pernah biarkan aku terbangun. Sungguh aku tak pernah mampu melepaskan genggamanmu” @perihujan_

Jakarta, 31 Desember 2012.
 Dika menghentikan pointer mousenya, dia melihat jam yang berada di laptopnya. Pukul 23.49 berarti kurang sebelas menit menuju pergantian tahun. Dika mendorong tubuhnya kesandaran kursi putarnya, tengkuknya kaku terlalu lama Ia paksa untuk fokus pada laptopnya. Memelototi deretan angka-angka, menggumam tak jelas berharap deretan angka-angka itu mau berdamai dengannya. Hanya angka-angka yang dapat membuatnya sedikit melupakan sakit hatinya, melupakan perihnya ditinggalkan, pahitnya mencintai tapi tak mampu memiliki. Hanya angka-angka itu yang mampu memaksanya lupa dengan gadisnya.
Lama dia terdiam sampai laptopnya meninggalkan screensaver. Sepi, malam ini adalah pergantian tahun. Seharusnya dia pergi bersama teman-teman kantornya ke puncak, atau menerima undangan Sarah untuk hadir pada pesta barbeque di rumahnya. Tapi Ia lebih memilih sendiri, terbenam pada tumpukan pekerjaannya. Di pojok kubikelnya. Saat ini Ia hanya butuh lupa, karena lupa adalah obat atas luka.
        “ D, aku kangen kamu..”

Malang, 31  Desember 2012.
 Disty menimang-nimang handphonenya. Mengetik deretan angka yang meski berusaha ia lupakan setengah mati tapi tak mampu ia lupakan. Seperti pemilik nomor itu, dia menempati tempat yang luas di jengkal memorinya.
Disty menulis satu pesan, membacanya berulang-ulang lalu berakhir dengan menghapusnya. Lelah, ia memilih meletakkan benda berwarna puth itu tergeletak manis disebelahnya. Ia menekuk wajahnya.
Sudah lama ia tak mendengar suaranya, mendengar tawa renyahnya, mendengar ia menyebut namanya. Dia adalah keseharian, dia adalah kebiasaan, hingga ia tak menyadari bahwa itu cinta. Disty mengguratkan sebuah nama di lantai teras rumahnya. Tanpa ia sadari bulir bening mengalir di pelupuk matanya. Disty menengadah, menahannya agar tak jatuh.
          “ Dik, kamu dimana? Aku kangen.”

...bersambung.


Gambar diambil dari kangen


Tidak ada komentar:

Posting Komentar