Langsung ke konten utama

Saya RESIGN !!!


Tadi saya ketiban curhat salah satu teman yang lumayan akrab. Tiba-tiba sms dan hanya berujar “ saya resign “. Saya tak segera mereplay sms tersebut, malah bengong, kaget, dan takjub. Bagaimana mungkin teman saya itu memutuskan resign ? mengingat reputasinya di kantor, lurus dan gak neko-neko.
Sang teman dengan santainya mengatakan alasan kenapa dia memutuskan untuk resign
" Aku hanya ingin mensejahterakan diriku, gak selamanya bahagia itu diukur dengan materi. Mungkin perusahaan dapat menggajiku begitu besar, memberiku fasilitas yang luar biasa mewah. Tapi perusahaanku lupa tidak semuanya dapat dinilai dengan materi. Aku cuma butuh pengakuan, dan disini aku tidak mendapatkannya. Rupanya bos aku perlu belajar ilmu manajemen, hahahaha " ujarnya diujung telpon.
Saya terdiam mengingat peristiwa beberapa bulan lalu ketika saya memutuskan untuk resign. dari kantor pertama saya Keputusan terbesar saya selama tahun 2011. Dan hebatnya saya dapat melaluinya, berbekal positif thinking dan membuang semua pikiran-pikiran negatif tentang kemungkinan buruk setelah saya resign. Dan saya bahagia dengan pilihan saya.
Mendengar alasan resign teman saya tersebut mengingatkan saya bahwa tidak semua kompensasi atas kinerja selalu diukur dengan materi, karena ada pada satu titik manusia sebagai individu memerlukan pengakuan atas kinerjanya. Dan sayang sekali banyak kelompok manajerial sering melalaikan hal tersebut.
 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

#TantanganMenulis no. 2; Serenade.

A piece of music sung or played in the open air, typically by a man at night under the window of his lover. Kalau ditanya apakah dinyanyikan sebuah lagu membuatku jatuh cinta? jawabnya adalah tidak, malu iya. Entah malunya kenapa. Saya adalah sepersekian persen cewek yang sedikit risih kalau ada yang bersikap romantis di depan saya, entah itu pasangan atau hanya gebetan. Tapi ada satu orang dulu yang nekat menyanyikan sebuah lagu untuk saya, lengkap dengan genjrengan gitarnya. Di tengah malam saat saya sudah mulai mengantuk, dia adalah W, sebut saja begitu. Waktu itu masih ingat saya masih unyu-unyunya, memasuki semester tiga, jadi enggak salah kan kalau saya bilang masih unyu? *okay abaikan* Jadi W ini, adalah cowok yang ceritanya lagi PDKT dan dia termasuk cowok yang paling pantang menyerah. Entah ada angin apa W, tiba-tiba menelpon tengah malam saat kita lagi asyik SMS an enggak jelas. Iya, enggak jelas dia adalah cowok yang paling sabar ngeladeni obrolan absurd saya. Dia SMS.

Coklat dan Kamu

Gambar diambil dari google.com Apa hubungannya kamu dan coklat? Karena difinisi tentang kamu adalah coklat. Seperti coklat, kamu adalah pemilik rasa yang komplit dalam hidupku. Pahit dan manis. Itulah alasan kenapa aku memilih coklat saat aku bahagia maupun bersedih, seperti aku memilihmu saat ini. Kamu seperti coklat, menenangkanku ketika aku rapuh. Kamu seperti coklat, memberi rasa pahit ketika aku merindu. Kamu seperti coklat, CANDU!! Di sudut Kamar =)

Terima Kasih Twitter, Kamu Membuat Saya Tetap Waras

copyright pexels Jika ada ajang award untuk pemilihan sosial media paling baik, maka saya akan memilih twitter. Mengapa demikian? Platform dengan logo burung ini memang favorite saya sejak tahun 2009. Tempat saya nyampah, tentu saja selain di blog ini. Twitter selalu menyenangkan bagi saya. Ketika banyak orang berpindah ke Path saya tetap bertahan di sini. Ketika semua orang sibuk memperbaiki feed instagram, saya masih setia dengan si 'burung' ini. Iya, karena twitter membantu saya tetap waras. Bahkan, ketika tahun 2013 saat saya memutuskan untuk deactivated akun perihujan_ pun hanya bertahan beberapa bulan saja. Saya kembali membuat akun baru dan beruntung perihujan_ kembali menjadi milik saya kembali. Hahaha. Twitter membuat saya tetap waras. Ketika banyak orang menganggap remeh orang-orang yang memilih curhat di sosial media. Katanya; "kurang perhatian ya?" Tidak selamanya twit super galau dan mengenaskan yang saya tulis adalah isi hati saya. B