Langsung ke konten utama

[Review]: Emina Sugar Rush Lip Scrub

Kebiasaan memakai lipstik membuat bibir saya hitam, iya ini alasan saja padahal memang warnanya sudah hitam, hehehe. Meskipun saya bersihkan dengan pembersih, terkadang bekas lipstik masih menempel. Bikin kesel sih, karena bibir jadi kering dan pecah-pecah. Apalagi kalau harus memakai lipstik matte, duh bikin hasil pulasan lipstik jadi tidak merata. Yang niatnya biar terlihat okey setelah memakai lipstik, eh malah semakin berantakan.

Nah, tugas di kantor membuat saya berkenalan dengan salah satu marketplace Sociolla. Karena menjadi bagian dari tugas kantor maka produk reviewnya, sering saya baca. Hehe, maka berkenalan lah saya dengan salah satu produk Emina yang sering direview di sana itu, yaitu Emina Lip Scrub Sugar Rush. Maka isenglah saya membeli salah satu produk Emina ini.

Tentang  Emina  Sugar Rush Lip Scrub

Kemasannya mungil. Berat nettonya hanya 4,2 gram. Warna pink pada kemasannya eye catching dan manis banget. Kemasannya yang mungil cocok untuk dibawa ke mana saja. Kamu tidak perlu khawatir, Sugar Rush ini memenuhi kotak makeup kamu.  Aromanya wangi vanila dan manis, tidak ada aroma chemical jadi saya merasa nyamansewaktu memakainya. Sesuai namanya Sugar Rush, lip scrub ini rasanya manis membuat saya ingin memakannya setiap kali saya mengoleskan di bibir. Hehehe.

Kemasan Emina  Sugar Rush Lip Scrub | pic: Ayu


Tekstur dan Aroma Emina  Sugar Rush Lip Scrub | pic: Ayu

Saya memakai Sugar Rush ini sebelum tidur. Cukup oleskan pada bibir biarkan selama beberapa menit. Gosok perlahan, dan basuh dengan air dingin. Bibir akan terasa lebih lembut dan bekas lipstik pun hilang. Saya baru 3 kali memakainya dan hasilnya sudah terasa sejak pertama kali pemakaiannya. Untuk itulah saya jatuh cinta dengan Sugar Rush ini.

Hal yang Tidak Disuka?

Tidak ada yang tidak saya sukai dari produk ini. Dengan harga yang murah, hanya 34k dan memiliki manfaat yang luar biasa rasanya worth it banget untuk dimiliki. Satu hal yang mengganggu saya dari produk ini, tidak adanya spatula dari Sugar Rush.  Membuat saya harus berhati-hati ketika mengoleskan Sugar Rush di bibir. Next, mungkin menjadi masukan untuk Emina agar menambahkan spatula pada produk Sugar Rush.

Nah, demikian review singkat saya tentang Emina  Sugar Rush Lip Scrub. Tertarik untuk mencoba?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#TantanganMenulis no. 2; Serenade.

A piece of music sung or played in the open air, typically by a man at night under the window of his lover. Kalau ditanya apakah dinyanyikan sebuah lagu membuatku jatuh cinta? jawabnya adalah tidak, malu iya. Entah malunya kenapa. Saya adalah sepersekian persen cewek yang sedikit risih kalau ada yang bersikap romantis di depan saya, entah itu pasangan atau hanya gebetan. Tapi ada satu orang dulu yang nekat menyanyikan sebuah lagu untuk saya, lengkap dengan genjrengan gitarnya. Di tengah malam saat saya sudah mulai mengantuk, dia adalah W, sebut saja begitu. Waktu itu masih ingat saya masih unyu-unyunya, memasuki semester tiga, jadi enggak salah kan kalau saya bilang masih unyu? *okay abaikan* Jadi W ini, adalah cowok yang ceritanya lagi PDKT dan dia termasuk cowok yang paling pantang menyerah. Entah ada angin apa W, tiba-tiba menelpon tengah malam saat kita lagi asyik SMS an enggak jelas. Iya, enggak jelas dia adalah cowok yang paling sabar ngeladeni obrolan absurd saya. Dia SMS.

Coklat dan Kamu

Gambar diambil dari google.com Apa hubungannya kamu dan coklat? Karena difinisi tentang kamu adalah coklat. Seperti coklat, kamu adalah pemilik rasa yang komplit dalam hidupku. Pahit dan manis. Itulah alasan kenapa aku memilih coklat saat aku bahagia maupun bersedih, seperti aku memilihmu saat ini. Kamu seperti coklat, menenangkanku ketika aku rapuh. Kamu seperti coklat, memberi rasa pahit ketika aku merindu. Kamu seperti coklat, CANDU!! Di sudut Kamar =)

Terima Kasih Twitter, Kamu Membuat Saya Tetap Waras

copyright pexels Jika ada ajang award untuk pemilihan sosial media paling baik, maka saya akan memilih twitter. Mengapa demikian? Platform dengan logo burung ini memang favorite saya sejak tahun 2009. Tempat saya nyampah, tentu saja selain di blog ini. Twitter selalu menyenangkan bagi saya. Ketika banyak orang berpindah ke Path saya tetap bertahan di sini. Ketika semua orang sibuk memperbaiki feed instagram, saya masih setia dengan si 'burung' ini. Iya, karena twitter membantu saya tetap waras. Bahkan, ketika tahun 2013 saat saya memutuskan untuk deactivated akun perihujan_ pun hanya bertahan beberapa bulan saja. Saya kembali membuat akun baru dan beruntung perihujan_ kembali menjadi milik saya kembali. Hahaha. Twitter membuat saya tetap waras. Ketika banyak orang menganggap remeh orang-orang yang memilih curhat di sosial media. Katanya; "kurang perhatian ya?" Tidak selamanya twit super galau dan mengenaskan yang saya tulis adalah isi hati saya. B