Langsung ke konten utama

Tentang Bapak

Kangen Bapak..
Iya saya sedang kangen dengan Bapak saya, padahal intensitas bertemu lebih sering terjadi tiga bulan terakhir ini. Sejak Bapak sakit, saya lebih sering pulang. Dan kangen ini semakin menjadi setelah kepulangan saya kemarin.
Kepulangan kemarin mungkin agak berbeda, iya Bapak merayakan hari lahirnya kemarin tepat tanggal 21 April. Ulang tahun Bapak berbeda tahun ini, tidak ada pesta hanya doa yang setia kami panjatkan disetiap diam saya dan kakak-kakak yang kebetulan berkumpul hari itu.
Saya kangen Bapak, sudah tiga bulan ini tidak pernah mendengar Bapak meminta saya untuk membuat nasi goreng atau mie kegemaran Bapak. Tidak lagi mendengar decak kagum setiap kali saya memasak sup sehat. Saya kangen Bapak, yang dengan lahap menyantap sup sehat buatan saya.
Saya kangen Bapak, merajuk untuk dibelikan mie di warung langgangan keluarga kami. Bercie-cie, ketika Bapak pun merajuk manja pada Ibu. Teramat kangen dengan hal itu semua.
Saya kangen Bapak, yang sibuk menelpon ketika saya pulang dan belum kunjung sampai karena macet. Saya kangen telpon Bapak yang hanya sepatah kata, tak banyak yang sering membuat saya kesal. Saya kangen dengan semua remeh-temeh yang sering diributkan Bapak. 
Saya kangen pak...teramat kangen.
Lekas sembuh pak, bukankah Bapak ingin melihat putrimu ini memakai toga untuk kedua kalinya?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#TantanganMenulis no. 2; Serenade.

A piece of music sung or played in the open air, typically by a man at night under the window of his lover. Kalau ditanya apakah dinyanyikan sebuah lagu membuatku jatuh cinta? jawabnya adalah tidak, malu iya. Entah malunya kenapa. Saya adalah sepersekian persen cewek yang sedikit risih kalau ada yang bersikap romantis di depan saya, entah itu pasangan atau hanya gebetan. Tapi ada satu orang dulu yang nekat menyanyikan sebuah lagu untuk saya, lengkap dengan genjrengan gitarnya. Di tengah malam saat saya sudah mulai mengantuk, dia adalah W, sebut saja begitu. Waktu itu masih ingat saya masih unyu-unyunya, memasuki semester tiga, jadi enggak salah kan kalau saya bilang masih unyu? *okay abaikan* Jadi W ini, adalah cowok yang ceritanya lagi PDKT dan dia termasuk cowok yang paling pantang menyerah. Entah ada angin apa W, tiba-tiba menelpon tengah malam saat kita lagi asyik SMS an enggak jelas. Iya, enggak jelas dia adalah cowok yang paling sabar ngeladeni obrolan absurd saya. Dia SMS.

Coklat dan Kamu

Gambar diambil dari google.com Apa hubungannya kamu dan coklat? Karena difinisi tentang kamu adalah coklat. Seperti coklat, kamu adalah pemilik rasa yang komplit dalam hidupku. Pahit dan manis. Itulah alasan kenapa aku memilih coklat saat aku bahagia maupun bersedih, seperti aku memilihmu saat ini. Kamu seperti coklat, menenangkanku ketika aku rapuh. Kamu seperti coklat, memberi rasa pahit ketika aku merindu. Kamu seperti coklat, CANDU!! Di sudut Kamar =)

Terima Kasih Twitter, Kamu Membuat Saya Tetap Waras

copyright pexels Jika ada ajang award untuk pemilihan sosial media paling baik, maka saya akan memilih twitter. Mengapa demikian? Platform dengan logo burung ini memang favorite saya sejak tahun 2009. Tempat saya nyampah, tentu saja selain di blog ini. Twitter selalu menyenangkan bagi saya. Ketika banyak orang berpindah ke Path saya tetap bertahan di sini. Ketika semua orang sibuk memperbaiki feed instagram, saya masih setia dengan si 'burung' ini. Iya, karena twitter membantu saya tetap waras. Bahkan, ketika tahun 2013 saat saya memutuskan untuk deactivated akun perihujan_ pun hanya bertahan beberapa bulan saja. Saya kembali membuat akun baru dan beruntung perihujan_ kembali menjadi milik saya kembali. Hahaha. Twitter membuat saya tetap waras. Ketika banyak orang menganggap remeh orang-orang yang memilih curhat di sosial media. Katanya; "kurang perhatian ya?" Tidak selamanya twit super galau dan mengenaskan yang saya tulis adalah isi hati saya. B