Langsung ke konten utama

The Rainy Day



Selamat datang musim hujan :)
Saya menyukai hujan, menyesap bau yang diciptakannya ketika ia terjatuh di tanah. Maka ketika hujan turun, saya akan menghirup aroma itu lama. Menyimpannya penuh dalam otak saya, jika saya merindukannya cukup membuka memori tentang itu.
Saya menyukai hujan, menggurat namanya di kaca yang mengembun. Sepertinya hujan pun meresonansi semua kenangan tentangnya. Kenangan saat saya memutuskan untuk bersamanya. Kenangan saat saya bersembunyi dibalik punggungnya sore itu.
Saya menyukai hujan, melihatnya jatuh menghempas bumi. Menerka-nerka apakah ia sempat bertanya tentang alasan ia dihempaskan di bumi? ah, lagi-lagi semua ini membuat saya tersadar manusia adalah makhlukNya yang banyak maunya. Dan terlalu 'manja'
Saya menyukai hujan, tempat saya menikmati setiap tariannya yang menyerupai bayangan orang-orang yang saya sayangi. Tempat saya mengadu pada sebuah kata rindu, yang mungkin saja dapat tersampaikannya.
Saya menyukai hujan, yang mampu menyamarkan asin dan getirnya air mata saya. Ketika saya terlalu lelah untuk bersembunyi, lelah dan butuh untuk menangis.
Saya menyukai hujan, satu-satunya alasan untuk menahannya untuk pergi menyimpan waktu dan menuntaskan rindu yang hampir saja mengabu.


@perihujan_


pic : google.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#TantanganMenulis no. 2; Serenade.

A piece of music sung or played in the open air, typically by a man at night under the window of his lover. Kalau ditanya apakah dinyanyikan sebuah lagu membuatku jatuh cinta? jawabnya adalah tidak, malu iya. Entah malunya kenapa. Saya adalah sepersekian persen cewek yang sedikit risih kalau ada yang bersikap romantis di depan saya, entah itu pasangan atau hanya gebetan. Tapi ada satu orang dulu yang nekat menyanyikan sebuah lagu untuk saya, lengkap dengan genjrengan gitarnya. Di tengah malam saat saya sudah mulai mengantuk, dia adalah W, sebut saja begitu. Waktu itu masih ingat saya masih unyu-unyunya, memasuki semester tiga, jadi enggak salah kan kalau saya bilang masih unyu? *okay abaikan* Jadi W ini, adalah cowok yang ceritanya lagi PDKT dan dia termasuk cowok yang paling pantang menyerah. Entah ada angin apa W, tiba-tiba menelpon tengah malam saat kita lagi asyik SMS an enggak jelas. Iya, enggak jelas dia adalah cowok yang paling sabar ngeladeni obrolan absurd saya. Dia SMS.

Coklat dan Kamu

Gambar diambil dari google.com Apa hubungannya kamu dan coklat? Karena difinisi tentang kamu adalah coklat. Seperti coklat, kamu adalah pemilik rasa yang komplit dalam hidupku. Pahit dan manis. Itulah alasan kenapa aku memilih coklat saat aku bahagia maupun bersedih, seperti aku memilihmu saat ini. Kamu seperti coklat, menenangkanku ketika aku rapuh. Kamu seperti coklat, memberi rasa pahit ketika aku merindu. Kamu seperti coklat, CANDU!! Di sudut Kamar =)

Terima Kasih Twitter, Kamu Membuat Saya Tetap Waras

copyright pexels Jika ada ajang award untuk pemilihan sosial media paling baik, maka saya akan memilih twitter. Mengapa demikian? Platform dengan logo burung ini memang favorite saya sejak tahun 2009. Tempat saya nyampah, tentu saja selain di blog ini. Twitter selalu menyenangkan bagi saya. Ketika banyak orang berpindah ke Path saya tetap bertahan di sini. Ketika semua orang sibuk memperbaiki feed instagram, saya masih setia dengan si 'burung' ini. Iya, karena twitter membantu saya tetap waras. Bahkan, ketika tahun 2013 saat saya memutuskan untuk deactivated akun perihujan_ pun hanya bertahan beberapa bulan saja. Saya kembali membuat akun baru dan beruntung perihujan_ kembali menjadi milik saya kembali. Hahaha. Twitter membuat saya tetap waras. Ketika banyak orang menganggap remeh orang-orang yang memilih curhat di sosial media. Katanya; "kurang perhatian ya?" Tidak selamanya twit super galau dan mengenaskan yang saya tulis adalah isi hati saya. B