Langsung ke konten utama

Postingan

Asiknya Menikmati Cokelat Dengan Cara Berbeda

Kata orang cokelat bisa membuat yang sedang sedih menjadi bahagia, yang awalnya masih PDKT bisa langsung jadian, yang masih belum bisa move on langsung ketemu jodohnya. Okay, ini mulai lebay. Saya adalah salah satu penikmat minuman cokelat, tentu saja cokelat yang beneran cokelat bukan cokelat abal-abal :D Beberapa hari yang lalu saya mendapat kesempatan buat mencicipi minuman cokelat, namaya 3ple Chocolate. Minuman cokelat ini memiliki rasa yang unik, mengapa? Meski dijual di both, tetapi rasanya enggak kalah seperti minuman yang diramu oleh para Barista profesonal. Rasa dari minuman cokelat ini beneran cokelat. Setelah saya colek-colek pemiliknya, gak heran jika rasanya enak lah pilihan bahannya saja enggak main-main. Hehehe. 3ple Chocolate versi saya ;D Ada beberapa rasa yang ditawarkan dari 3ple chocolate, ada original, vanilla, caramel dan hazelnut. Kalau favorite saya yang original, rasa manisnya pas dan tidak bikin enek. Kemasannya yang berbentuk botol menjadi kel...

Terserah Saja

Sejak saya menulis hubungan saya bersama mantan di sini, banyak yang bertanya kok bisa? Dan ada yang sengaja mengirim email bertanya kok bisa berteman dengan mantan. Biasanya banyak yang memilih menghindari mantan. Alasannya pun beragam mulai karena males sama dramanya juga kemungkinan bakal batal move on. Pernah saya bercerita tentang pertemanan saya kepada salah satu teman saya, respon mereka pun bermacam-macam. Mulai dari kaget, kagum sampai: “Ih, pasti kalian mau balikan.” “Kamu masih cinta ya sama dia?” “Mantan kamu masih ngarep balikan tuh.” Mungkin berteman bersama mantan adalah hal yang mustahil. Seperti pertemanan antara cowok dan cewek, padahal semuanya kembali kepada niatnya. Hehehe, sempat kok ada perasaan takut bakal gak bisa menahan emosi. Ya, mengubah status setelah hitungan tahun bersama bukanlah hal yang mudah. Dan, sampai tulisan ini saya buat hubungan kami baik-baik saja. Dia tetap menjadi teman haha-hihi saya. Teman nonton saya, dan teman sa...

Berjuang Bersama Pleural Effusion

Rasanya baru kemarin saya menangis di sudut Ruang Poli Paru, mendengar Dokter memvonis saya dengan Pleural Effusion . Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan paru-paru saya, yang saya ingat saat Dokter menjelaskan tentang penyakit saya ada tumpukan beban yang menghantam jantung saya. Takut, bingung dan merasa putus asa. Maka belum selesai Dokter menjelaskan penyakit saya, para suster di ruang tersebut sibuk menenagkan tangis saya dan kakak yang menunggu di luar ruang bingung melihat saya menangis segugukan. Hari itu di awal Oktober, saya harus opname untuk mendapat perawatan intensif. Perjuangan pun di mulai. Saya sebenarnya senang akhirnya penyakit yang saya derita menemukan namanya, setelah hampir tiga bulan saya tidak tahu mengapa berat badan saya susut hingga 8 kilo, mengapa saya tidak mampu menelan satu makanan pun, mengapa batuk saya tidak kunjung sembuh meski sudah berobat, mengapa kepala saya selalu sakit, mengapa saya tidak dapat berjalan terlalu jauh, mengapa saya...

Semua Memiliki Kesempatan untuk Kembali

Tahun 2015 hampir pada penghujungnya. Apa yang sudah saya capai? adalah pertanyaan yang kerap mampir dalam pikiran saya. Tahun ini banyak hal yang terjadi, selain sakit yang membuat aktifitas saya menjadi terbatasi adalah kedekatan saya bersama beberapa orang yang ingin saya abaikan kehadirannya di tahun lalu. Dan kembalinya, dia (baca mantan) menjadi teman bercerita, nonton atau membicarakan hal yang tidak penting lagi. Kami mulai sering bertemu anggap saja seperti itu, jika satu bulan sekali kami masih menyempatkan untuk nonton itu dianggap sering. Mungkin hal itu bisa dibilang sering, untuk dua orang yang telah memutuskan berpisah. Atau hal itu biasa saja? Awalnya saya tidak percaya bisa kembali haha..hihihi, lagi dengannya. Mengingat sejak memutuskan berpisah dengannya dan saya memutuskan tinggal di kota Malang, saya tidak pernah sekalipun bertemu dengannya. Meski saya masih menyimpan semua kontaknya, saya masih terhubung di semua akun media sosialnya. Waktu itu saya hanya ing...

Kepada Rindu Yang Tidak Bisa Diam

Kepada kamu Selalu ada waktu untuk mengenangmu tanpa ada gangguan. Tanpa nyinyir, mengapa masih ada rindu meski lama kita berpisah. Tanpa ada tapi, dan mengapa. Sesederhana aku merindukanmu. Iya, aku merindukan kamu yang selalu membuat aku menunggu. Membuat aku gemar menghitung hari, meski seringkali aku kecewa. Rinduku tak berakhir sua. Iya, aku merindukanmu yang seringkali membuatku menangis. Yang diakhir kita bertemu, aku mengutukmu sebagai lelaki tak berperasaan. Membiarkan aku pergi, tanpa memintaku untuk bertahan. Aku merindukanmu. Merindukanmu Merindukan kita. Malang, 17 November 2015.

Semua Orang Akan Berubah

Kamu berubah. Masak sih? Iya... Itu adalah penggalan obrolan saya dengan seorang teman lama, jika memang bisa dibilang seperti itu. Kami sudah mengenal sejak lama, saya sempat menyimpan rasa padanya. Karena sadar diri, waktu itu saya memilih mundur. Dulu dia mengenal saya sebagai seorang yang pendiam, kutu buku, jauh dari kata gaul, dan tomboy. Mungkin sederet alasan itu yang membuatnya sulit untuk mengetahui dan membaca perasaan saya. Dan entah sekarang saya bersyukur dia tidak pernah menyadari itu. Akhirnya, saya hanya menjadi teman baiknya, teman diskusinya, tentang cinta dan citanya. Saya? Tetap sebagai si cewek kurang gaul, karena yang ia tahu teman saya ya itu-itu saja. Sama sekali tidak populer. Jauh dari kriteria cewek yang pantas untuk diajak  sebagai pendamping wisuda. Hehehe, bukankah pencapaian pacaran jaman kuliah sampai itu saja? *kemudian dirajam* Sampai kemarin kita reuni kecil-kecilan, saat dia dinas ke kota ini. Dia melihat saya yang sekarang, dia berkat...

Ke Mana Saja?

Ke mana saja? adalah pertanyaan yang sering kali diutarakan teman-teman saya. Ada yang sekedar iseng, atau memang penasaran ke mana saja saya dua bulan terakhir ini. Jadi pembaca blog ini ada yang penasaran ke mana saja saya, beberapa bulan ini? baiklah, meski tidak ada yang bertanya, saya akan tetap bercerita *milin kumis*. Setelah sibuk dengan pekerjaan baru saya, yang meski freelance lumayan menyita sedikit waktu senggang saya maka blog ini terbengkalai. Tidak ada satu pun postingan yang mampir di blog ini. Meski saya lebih produktif menulis dibanding hari-hari lalu. Dan dua bulan terakhir, ada hal serius yang membuat saya benar-benar total menghindari blog ini. Saya sakit. Akhir agustus adalah awal mula saya drop, demam menjadi langganan saya. Dan nyeri di dada membuat aktifitas saya benar-benar dibatasi. Bagaimana tidak, capek sedikit demam dan sakit di kepala saya benar-benar tidak bisa dihindari. Maka selama Agustus-September, kencan dengan dokter adalah rutinitas haria...