Langsung ke konten utama

Asiknya Menikmati Cokelat Dengan Cara Berbeda

Kata orang cokelat bisa membuat yang sedang sedih menjadi bahagia, yang awalnya masih PDKT bisa langsung jadian, yang masih belum bisa move on langsung ketemu jodohnya. Okay, ini mulai lebay. Saya adalah salah satu penikmat minuman cokelat, tentu saja cokelat yang beneran cokelat bukan cokelat abal-abal :D

Beberapa hari yang lalu saya mendapat kesempatan buat mencicipi minuman cokelat, namaya 3ple Chocolate. Minuman cokelat ini memiliki rasa yang unik, mengapa? Meski dijual di both, tetapi rasanya enggak kalah seperti minuman yang diramu oleh para Barista profesonal. Rasa dari minuman cokelat ini beneran cokelat. Setelah saya colek-colek pemiliknya, gak heran jika rasanya enak lah pilihan bahannya saja enggak main-main. Hehehe.

3ple Chocolate versi saya ;D

Ada beberapa rasa yang ditawarkan dari 3ple chocolate, ada original, vanilla, caramel dan hazelnut. Kalau favorite saya yang original, rasa manisnya pas dan tidak bikin enek. Kemasannya yang berbentuk botol menjadi kelebihan minuman kemasan satu ini. Kamu tidak perlu takut ribet untuk menemani perjalanan kamu. Dengan ukuran 250 ml, pas digenggam di tangan.

Untuk kemasan botol saat ini 3ple Chocolate masih hanya menerima pesanan saja. Tapi kalau kamu mau mencoba mencicipi cokelat 3ple Chocolate, bisa mampir di bothnya. Saat ini 3ple Chocolate membuka dua both, pertama di daerah Ruko Landungsari depan Apotek Surya Abadi dan yang kedua ada di Game Online Helioz sebelahnya Sardo.

Yuk, nikmati minuman cokelat dengan cara yang berbeda. Mengapa cokelat? Karena cokelat adalah rasa yang paling dekat dengan hati. Tsah.

Kepo-in 3ple Chocolate di:

Twitter : @3plechocolate
Ig         : 3plechocolate_id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Morning Pages

Menulis untuk jiwa/copyright  rawpixel.com   Writing is medicine. It is an appropriate antidote to injury. It is an appropriate companion for any difficult change - Julia Cameron. Menulis bagiku adalah obat. Menuangkan keluh, mencatat mimpi, hingga mematik harapan. Itulah alasan kenapa aku banting setir untuk berkarir di media. Harapannya sih, seru kali ya menulis terus dapat duit. Meskipun pas terjun kerja di media, ternyata pekerjaanku bukan menulis seperti yang di catatan-catatan yang pernah kutuliskan. Aku menulis untuk orang lain. Maka journaling adalah obat buatku. Saat aku tidak bisa menulis tentang hal-hal yang sensitif, menuliskan di buku jurnalku membuatku merasa tenang. Menulis untuk memberi makan jiwa aku menyebutnya. Biasanya setiap pagi sebelum memulai aktivitas aku menuliskan banyak hal di lembaran jurnalku. Hal random seperti enak mana tahu atau tempe, hingga seserius mengapa semakin ke sini hal-hal yang disebut ‘pertanda’ itu semakin jelas. Menuliskan hal itu ...

Lost in Malang, Malam Minggu Receh Jalan Kaki Keliling Kota Malang

Siapa sih yang enggak suka malam minggu? Apalagi para pekerja yang sabtunya harus kerja. Malam minggu itu semacam angin surga, bisa pulang kerja lebih awal dan sore hingga malam bisa ngapain aja. Tidur malam pun tidak masalah, karena besok hari minggu dan libur. Maka malam minggu kemarin saya memutuskan ikut acara yang diadakan A Day To Walk. Jalan-jalan hore di malam hari sepertinya tidak ada salahnya menjadi pilihan saya malam itu. Sejak siang saya diribetkan dengan urusan event di komunitas, sempat ketemu teman lama juga dan hampir menjelang malam baru kelar semua urusan. Muka sudah kucel dan badan sudah remuk sebenarnya. Acara A Day To Walk sebenarnya dimulai pukul setengah tujuh, lah ini pukul tujuh telat banget ya seandainya saya nekat untuk gabung. Iseng lewat meeting point, sekalian mau oper angkot dan ternyata masih ramai. Well, akhirnya saya ikut bergabung.  Ternyata malam itu banyak juga yang datang. Saya sempat ber’hai’ dengan salah satu peserta. Ngobrol sebent...

Terima Kasih Twitter, Kamu Membuat Saya Tetap Waras

copyright pexels Jika ada ajang award untuk pemilihan sosial media paling baik, maka saya akan memilih twitter. Mengapa demikian? Platform dengan logo burung ini memang favorite saya sejak tahun 2009. Tempat saya nyampah, tentu saja selain di blog ini. Twitter selalu menyenangkan bagi saya. Ketika banyak orang berpindah ke Path saya tetap bertahan di sini. Ketika semua orang sibuk memperbaiki feed instagram, saya masih setia dengan si 'burung' ini. Iya, karena twitter membantu saya tetap waras. Bahkan, ketika tahun 2013 saat saya memutuskan untuk deactivated akun perihujan_ pun hanya bertahan beberapa bulan saja. Saya kembali membuat akun baru dan beruntung perihujan_ kembali menjadi milik saya kembali. Hahaha. Twitter membuat saya tetap waras. Ketika banyak orang menganggap remeh orang-orang yang memilih curhat di sosial media. Katanya; "kurang perhatian ya?" Tidak selamanya twit super galau dan mengenaskan yang saya tulis adalah isi hati saya. B...