Langsung ke konten utama

Karena Bersih Tidak Harus dengan Sabun, Maka Saya Memilih Cetaphil (Review)

Udara dingin bukan berarti bebas dari kulit kering. Saya memiliki kulit wajah kombinasi, yang setiap musim dingin sering bermasalah dengan kulit kering. Rutin membersihkan wajah tidak menjamin bebas masalah kulit seperti komedo dan kulit kering. Ibaratnya rajin membersihkan wajah dengan harapan kulit menjadi bersih, eh yang terjadi kulit menjadi lebih kering. Benar-benar dilematis. Apalagi untuk saya yang lumayan pemilih soal produk skincare.

Setiap pagi dan sebelum tidur saya rutin mencuci wajah dengan sabun muka, memang kulit menjadi bersih masalahnya kulit wajah menjadi kaku. Setelah sibuk googling, penyebab kulit wajah menjadi kaku selesai mencuci wajah dengan sabun muka karena kandungan sabunnya. Setelah beberapa kali mencoba pembersih wajah dan sabun muka, akhirnya saya bertemu dengan Cetaphil Gentle Skin Cleanser.

Mengapa Cetaphil?

Cetaphil
Cetaphil Gentle Skin Cleanser | Photo By; @perihujan_

Pertama kali melihat kemasan Cetaphil sedikit kurang yakin, apa benar ini skincare untuk pembersih wajah? Kemasan putih dan tutup flip warna biru mengingatkan saya pada kemasan obat. Meskipun sempat ragu, saya membaca bahan yang terkandung dalam Cetaphil Gentle Skin Cleanser. Purified water yang terkadndung pada Cetaphil menyakinkan saya bahwa produk ini aman untuk kulit saya.

Serunya memakai pembersih wajah Cetaphil ini karena dapat digunakan dengan dua cara. Memakai air atau tidak. Jadi jika kamu malas mencuci wajah karena harus bersentuhan dengan air, maka kamu dapat menggunakan Cetaphil ini tanpa menggunakan air. Cukup tuang Cetaphil secukupnya lalu usap ke bagian wajah, bersihkan dengan handuk bersih. Kulit wajah pun menjadi halus dan kenyal.

Kalau saya lebih suka menggunakannya dengan air. Cukup oleskan Cetaphil pada wajah, lalu bilas hingga bersih. Kulit mnjadi lebih halus dan yang pasti bebas kaku. Setiap selesai membersihkan wajah, saya suka menepuk-nepuk wajah saya, rasanya kenyal dan ciumable.

Cetaphil terbuat dari bahan alami, bebas sabun dan yang pasti bebas parfum jadi aman buat kulit. Produk buatan Kanada ini, cocok untuk semua umur. Karena teksturnya halus dan lembut serta tidak pedih membuatnya cocok dipakai anak kecil sekali pun.

Di Mana Mendapatkannya?

Jika kamu tertarik untuk mencoba produk ini, kamu dapat membelinya di modern store seperti Guardian, Century dan Watsons. Meskipun banyak yang bilang Cetaphil mahal, tapi dengan hasil yang bagus saya rasa Cetaphil ini worth it banget.

Bagaimana tertarik mencoba?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Morning Pages

Menulis untuk jiwa/copyright  rawpixel.com   Writing is medicine. It is an appropriate antidote to injury. It is an appropriate companion for any difficult change - Julia Cameron. Menulis bagiku adalah obat. Menuangkan keluh, mencatat mimpi, hingga mematik harapan. Itulah alasan kenapa aku banting setir untuk berkarir di media. Harapannya sih, seru kali ya menulis terus dapat duit. Meskipun pas terjun kerja di media, ternyata pekerjaanku bukan menulis seperti yang di catatan-catatan yang pernah kutuliskan. Aku menulis untuk orang lain. Maka journaling adalah obat buatku. Saat aku tidak bisa menulis tentang hal-hal yang sensitif, menuliskan di buku jurnalku membuatku merasa tenang. Menulis untuk memberi makan jiwa aku menyebutnya. Biasanya setiap pagi sebelum memulai aktivitas aku menuliskan banyak hal di lembaran jurnalku. Hal random seperti enak mana tahu atau tempe, hingga seserius mengapa semakin ke sini hal-hal yang disebut ‘pertanda’ itu semakin jelas. Menuliskan hal itu ...

Lost in Malang, Malam Minggu Receh Jalan Kaki Keliling Kota Malang

Siapa sih yang enggak suka malam minggu? Apalagi para pekerja yang sabtunya harus kerja. Malam minggu itu semacam angin surga, bisa pulang kerja lebih awal dan sore hingga malam bisa ngapain aja. Tidur malam pun tidak masalah, karena besok hari minggu dan libur. Maka malam minggu kemarin saya memutuskan ikut acara yang diadakan A Day To Walk. Jalan-jalan hore di malam hari sepertinya tidak ada salahnya menjadi pilihan saya malam itu. Sejak siang saya diribetkan dengan urusan event di komunitas, sempat ketemu teman lama juga dan hampir menjelang malam baru kelar semua urusan. Muka sudah kucel dan badan sudah remuk sebenarnya. Acara A Day To Walk sebenarnya dimulai pukul setengah tujuh, lah ini pukul tujuh telat banget ya seandainya saya nekat untuk gabung. Iseng lewat meeting point, sekalian mau oper angkot dan ternyata masih ramai. Well, akhirnya saya ikut bergabung.  Ternyata malam itu banyak juga yang datang. Saya sempat ber’hai’ dengan salah satu peserta. Ngobrol sebent...

Terima Kasih Twitter, Kamu Membuat Saya Tetap Waras

copyright pexels Jika ada ajang award untuk pemilihan sosial media paling baik, maka saya akan memilih twitter. Mengapa demikian? Platform dengan logo burung ini memang favorite saya sejak tahun 2009. Tempat saya nyampah, tentu saja selain di blog ini. Twitter selalu menyenangkan bagi saya. Ketika banyak orang berpindah ke Path saya tetap bertahan di sini. Ketika semua orang sibuk memperbaiki feed instagram, saya masih setia dengan si 'burung' ini. Iya, karena twitter membantu saya tetap waras. Bahkan, ketika tahun 2013 saat saya memutuskan untuk deactivated akun perihujan_ pun hanya bertahan beberapa bulan saja. Saya kembali membuat akun baru dan beruntung perihujan_ kembali menjadi milik saya kembali. Hahaha. Twitter membuat saya tetap waras. Ketika banyak orang menganggap remeh orang-orang yang memilih curhat di sosial media. Katanya; "kurang perhatian ya?" Tidak selamanya twit super galau dan mengenaskan yang saya tulis adalah isi hati saya. B...