Kamis, 26 Januari 2012

Aku merindukanmu hari ini

Aku merindukanmu hari ini, maafkan aku jika aku ingkar janji. Maafkan aku jika aku masih suka mengguratkan namamu di kaca yang mengembun.
Maafkan aku belum bisa menemukan kesempatan yang baru.
Kamu tahu berapa lama aku dapat bertahan tanpamu?
katamu dulu, jarak bukanlah hal yang perlu dirisaukan. Aku selalu menunggu emailmu, manantimu di window YM. Karena semua itulah yang membuat jarak tak lagi berarti, meski kita dipisahkan oleh benua yang berbeda.
Menanti smsmu, menunggu telponmu adalah kegemaran baruku. Merindukanmu adalah rutinitas, dan aku menikmatinya. Karena aku percaya bukankah ada pertemuan di ujung penantian?
tapi ternyata takdir mempunyai rencana lain, tak ada pertemuan di ujung penantianku. Tak ada pertemuan, tetapi perpisahan.
Apakah aku bersedih?
ya, tentu saja.
Apakah aku marah?
Ya, tentu saja aku marah karena aku tak menyadari pesan-pesan ganjilmu. Tak menyadari kenapa kamu yang tiba-tiba tak mengirimiku email, tak muncul di window YM ku. Aku sibuk merutukmu, membencimu.
Apakah aku menyesal?
ya, aku menyesal. Mengapa aku tak pernah jujur padamu, bahwa aku selalu merindukanmu.
Dan hari ini aku merindukanmu, masih bisakah engkau datang menemuiku seperti janjimu tujuh tahun yang lalu?



Nb : gambar diambil dari google.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar